Sleman
Pramuka Bukan Gerakan Hura-hura, Ini Buktinya
Tak ayal, peserta Upacara Peringatan HUT Pramuka ke-58 siang itu langsung bertepuk tangan riuh sekaligus kagum atas aksi di depan mata mereka.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Cahaya matahari siang di musim kemarau kali ini terasa begitu terik.
Namun sejumlah remaja laki-laki tetap bersemangat menyerbu Lapangan Margokaton, Seyegan pada Rabu (14/08/2019).
Sejenak kemudian, mereka mulai menunjukkan koreografi khas Pramuka.
Lalu unjuk kebolehan bela diri dengan rekan sebelahnya.
Tak berapa lama, beberapa anggota maju ke depan.
Wajah mereka terlihat serius meski disiram teriknya matahari.
Kepala mereka pun berikat.
Sementara beberapa orang panitia membawa sejumlah benda; botol kaca, potongan-potongan genting, hingga sebilah papan kayu.
• Pramuka Kulon Progo Deklarasi Anti Rokok
Botol-botol kaca disiapkan di depan dua orang anggota Pramuka.
Tanpa banyak kata, mereka langsung memecahkan botol tersebut dengan tangan telanjang.
Ribuan peserta upacara di situ pun langsung menahan napas.
Belum usai aksinya, dua orang lagi memecahkan tumpukan genting hanya dengan kepalanya.
Salah satu genting bahkan dipecahkan dengan keadaan terbakar.
Ada pula genting yang dipecahkan dengan palu, persis di atas perut salah satu peserta aksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/aksi-anggota-saka-bhayangkara-pramuka-kwartir-seyegan-memecahkan-botol-hanya-dengan-kepalan-tangan.jpg)