Kulon Progo

Pramuka Kulon Progo Deklarasi Anti Rokok

Deklarasi dilakukan para anggota Pramuka dari kalangan pelajar SD, SMP, dan SMA itu bersama para pembina dan kalangan Forkopimda Kulon Progo.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Prosesi simbolis penghancuran replika rokok saat deklarasi anti rokok pada peringatan Hari Pramuka di Taman Budaya Kulon Progo, Rabu (14/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Ratusan anggota Pramuka seluruh Kulon Progo mengikuti upacara peringatan Hari Pramuka ke-58, Rabu (14/8/2019) di Taman Budaya Kulon Progo.

Seusai upacara, mereka juga mendeklarasikan diri sebagai generasi tanpa rokok.

Deklarasi dilakukan para anggota Pramuka dari kalangan pelajar SD, SMP, dan SMA itu bersama para pembina dan kalangan Forkopimda Kulon Progo.

Simbolis deklarasi dilakukan dengan merusak puluhan replika batang rokok serta bungkusnya yang berukuran besar.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Ini menjadi simbol perlawanan dan pembebasan diri para anggota Pramuka dari bahaya produk rokok.

"Peringatan ke-58 Hari Pramuka harus jadi awal kebangkitan generasi muda tanpa rokok karena rokok telah menyebabkan banyak penyakit," jelas Pembina Saka Husada, Sri Budi Utami pada Tribunjogja.com.

Dia menyebut, sejumlah penyakit yang muncul karena kebiasaan merokok antara lain hipertensi, jantung, stroke, hingga gangguan kehamilan dan janin.

Meski angka usia harapan hidup di Kulon Progo termasuk yang tertinggi di Iindonesia, angka sakitnya juga cukup tinggi.

Hal ini tentu jadi keprihatinan tersendiri.

Maka itu, ia meminta generasi muda Pramuka harus terlibat aktif dalam memerangi produk rokok.

Di antaranya dengan memberikan pemahaman dan memasang poster imbauan gerakan stop merokok.

Lima Kebiasaan yang Memiliki Bahaya Seperti Halnya Rokok

Hal ini menjadi gerakan tulus demi kesehatan pribadi maupun masyarakat luas.

"Hidup panjang takkan berarti jika terus kesakitan," kata Sri Budi.

Seorang anggota muda Pramuka Kulon Progo, Fajri Prasetya Dewi mengatakan dirinya siap mensosialisasikan gerakan anti rokok di masyarakat karena menyadari ada efek negatif yang bisa ditimbulkan oleh produk tembakau tersebut.

Supaya tidak terjerat rokok, generasi muda harus memperbanyak aktivitas olahraga dan aktivitas positif lainnya.

Ia meyakini generasi muda bisa lebih berprestasi tanpa rokok.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo saat bertindak sebagai inspektur upacara juga mengajak generasi muda Pramuka untuk bersama-sama menjauhi dan memerangi narkoba.

Zat aditif itu berpotensi merusak generasi muda sehingga harus dijadikan musuh bersama.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved