Idul Adha

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail yang Jadi Tonggak Peringatan Idul Adha dengan Menyembelih Hewan Qurban

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail yang Jadi Tonggak Peringatan Idul Adha dengan Menyembelih Hewan Qurban

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail yang Jadi Tonggak Peringatan Idul Adha dengan Menyembelih Hewan Qurban
YouTube
ILUSTRASI 

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail yang Jadi Tonggak Peringatan Idul Adha dengan Menyembelih Hewan Qurban

Idul Adha Jatuh pada 10 Dzulhijah atau 11 Agustus 2019. Idul Adha tak terlepas dari kisah pengorbanan Nabi Ismail, oleh ayahnya Nabi Ibrahim.Apa yang dialami Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saat itu menjadi sejarah peringatan Idul Adha.

Web tribunnews.com,Pada hari Tasyrik setelah Idul Adha dilarang berpuasa
Web tribunnews.com,Pada hari Tasyrik setelah Idul Adha dilarang berpuasa (Web tribunnews.com)

Nabi Ibrahim belum juga memiliki keturunan setelah bertahun-tahun menikah dengan Siti Sarah. Sarah kemudian mempersilakan suaminya untuk menikah dengan Siti Hajar, yang merupakan pembantu di keluarga Ibrahim.

Dari pernikahannya dengan Hajar, Nabi Ibrahim dikaruniai seorang putra yang kemudian diberi nama Ismail. Ismail menikmati masa kanak-kanaknya dan sangat disayangi ayahnya.

Namun pada suatu ketika, tepatnya pada malam 8 Zulhijah Nabi Ibrahim bermimpi didatangi seseorang yang membawa pesan dari Tuhan, yang berisi perintah untuk menyembelih anaknya.

Nabi Ibrahim pun kaget dan muncul keraguan padanya, apakah perintah itu memang dari Tuhan atau tidak. Pada 8 Zulhijah itu, Nabi Ibrahim merenung mengenai benar atau tidaknya perintah tersebut.

Di kemudian hari, kejadian mimpi ini diperingati umat Islam dengan mengerjakan puasa sunah hari tarwiyah (hari merenung).Malam berikutnya, Nabi Ibrahim kembali mendapat mimpi yang sama.

Pada mimpi yang kedua ini, Nabi Ibrahim semakin yakin bahwa perintah tersebut memang berasal dari Allah SWT. Oleh karena itu pada tanggal 9 Zulhijah, umat Islam memperingatinya dengan puasa hari arafah (hari pengetahuan), yakni hari ketika Nabi Ibrahim mengetahui pesan yang berisi perintah menyembelih anak.

Lalu pada tanggal 10 Zulhijah, Nabi Ibrahim membawa Ismail untuk dikurbankan. Ismail pun bersedia dikurbankan, karena meyakini bahwa perintah itu datangnya dari Allah SWT.

Selama di perjalanan, Nabi Ibrahim dan Hajar dikisahkan diganggu setan, yang ingin menggagalkan rencana tersebut. Mereka kemudian melempari setan yang menggoda dengan batu.

Halaman
12
Editor: Iwan Al Khasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved