Kota Yogyakarta
Bakteri dari Tinja Sumbang Nilai Buruk IKA
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY melakukan pemantauan kualitas air pada 10 sungai di DIY.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
"Memang saat ini sudah ada perbaikan, tetapi memang masih ada warga yang membuang limbah ke sungai. Warga membuat saluran, tetapi salurannya menuju sungai. Ada pula kandang hewan yang kotorannya masuk ke sungai,"ujarnya.
Terpisah, Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) DIY, Endang Rohjiani menambahkan tingkat pencemaran di masing-masing sungai berbeda.
FKWA menggunakan metode biolitik untuk memeriksa kualitas air sungai. Berupa pemanfaatan biota tidak bertulang sebagai indikator pencemaran.
Hasilnya untuk jenis udang tidak bisa tumbuh optimal.
Terbukti dari panjang sungut yang abnormal.
• Hari Bumi: 15 Foto yang Menggambarkan Pencemaran Lingkungan
"Tingkat pencemaran berbeda-beda, kadang ada yang tercemar sedang karena ada kandang, namun di titik-titik lain pencemaran ringan. Kalau ada yang menanam pohon, membersihkan sungai, nanti pencemaran menurun, jadi memang beda-beda,"tambahnya.
"Kalau di Kota Yogyakarta, Tegalrejo cukup tinggi, karena ada kandang babi yang kotorannya langsung ke sungai. Ditambah dengan pabrik tahu," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-yogya_20180731_185714.jpg)