Yogyakarta
7 Ahli Waris Mendapat Santunan dari KPU RI
Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Arief Budiman datang ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Arief Budiman datang ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kedatangannya bukan tanpa alasan, ia datang dalam rangka memberikan santunan secara simbolis bagi penyelenggara pemilu Ad hoc yang meninggal selama penyelenggaraan Pemilu.
"Hari ini kita menindaklanjuti apa yang sudah kita lakukan di beberapa provinsi. Secara simbolis saja, kami akan memberikan santunan untuk ahli waris penyelenggara pemilu Ad hoc," katanya di KPU DIY, Sabtu (20/7/2019) sore.
• Bawaslu DIY Serahkan Santunan Kematian Sebesar Rp36 Juta
Ia melanjutkan pemberian santunan merupakan bagian dari tanggungjawab dan empati negara pada penyelanggara Pemilu.
Santunan yang diberikan bukan untuk menggantikan penyelengara pemilu yang meninggal dunia, namun untuk membantu ahli waris dari segi ekonomi.
"Uang ini bukan untuk menggantikan penyelengara pemilu yang meninggal, tetapi untuk membantu ahli warisnya. Barangkali ada yang memiliki anak, bisa membantu finansial untuk yang ditinggalkan," lanjutnya.
• Puluhan Warga Binaan Rutan Wates Dapat Santunan
Pada kesempatan tersebut, Arief juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada ahli waris yang hadir.
Ia juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara pemilu yang meninggal dunia, karena selama penyelenggaraan pemilu telah memberikan waktu, tenaga, dan pikirannya.
"Kami menyampaikan belasungkawa dan berterimakasih melalui ahli waris. Kami sampaikan apresiasi, karena selama penyelenggaraan pemilu, telah memberikan waktu, tenaga, dan pikiran, sehingga Pemilu kemarin berjalan dengan lancar. Tentu ini berkat kerja keras penyelenggara pemilu juga,"ujarnya.
• MA Kembali Tolak Gugatan Prabowo-Sandi, KPU: Perselisihan Pilpres Sudah Selesai di MK
Bagi penyelenggara pemilu yang meninggal dunia, KPU RI memberikan santunan sebesar Rp36juta.
Sementara bagi penyelenggara pemilu yang sakit, santunan yang diberikan beragam, tergantung kondisi masing-masing.
Ketua KPU RI, Hamdan Kurniawan manambahkan ada 15 penyelenggara pemilu Ad hoc yang meninggal dunia.
Pada 2 Juni lalu, pihaknya telah memberikan santunan kepada 3 ahli waris.
"Kemarin kami sudah memberikanpada 3 ahli waris penyelenggara pemilu yang meninggal. Saat ini kami memberikan secara simbolis pada 7 ahli waris. Sementara masih ada 5 yang hingga saat ini perlu verifikasi,"tambahnya.
"Kami sampaikan apresiasi melalui ahli waris, karena berkat penyelenggara pemilu Ad hoc, semua berjalan dengan lancar. Di DIY ini semua proses pemilu berjalan dengan baik,bahkan peserta pemilu juga memberikan apresiasi. Untuk itu kami sangat berterimakasih kepada seluruh petugas,"tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/santunan-secara-simbolis-kepada-7-ahli-waris-penyelenggara-pemilu.jpg)