Katie Bouman, Wanita Cantik Nan Cerdas di Balik Penampakan Black Hole
Dari tangannya, tiga tahun lalu lahir algoritma yang membantu program pencitraan gambar berdasar gelombang elektromagnetik.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
"Tidak ada di antara kita yang bisa melakukannya sendiri," kata Bouman. "Itu datang bersama karena banyak orang yang berbeda dari berbagai latar belakang," imbuhnya merendah.
Bouman mulai mengajar sebagai asisten profesor di California Institute of Technology pada musim gugur tahun ini.
Katherine Louise Bouman adalah nama lengkap wanita kelahiran West Lafayette, Indiana. Ia lulus dari West Lafayette Junior-Senior High School pada 2007.
Sebagai siswa sekolah menengah, ia sudah terlibat jauh melakukan penelitian pencitraan dengan seorang profesor dari Purdue University. Dia pertama kali belajar tentang Event Horizon Telescope di sekolah pada 2007.
Bouman selanjutnya belajar teknik elektro di Universitas Michigan dan lulus summa cum laude pada 2011.
Dia memperoleh gelar master dalam bidang teknik listrik di Massachusetts Institute of Technology, di mana dia juga menyelesaikan gelar doktornya.
Bouman adalah anggota MIT Haystack Observatory. Dia didukung National Science Foundation Graduate Fellowship.
Tesis masternya memperoleh penghargaan Ernst Guillemin. Bouman bergabung dengan tim Universitas Harvard di tim Pencitraan Pencitraan Teleskop Event Horizon.
Pada 2017, atau dua tahun lalu, Bouman mempresentasikan upaya mendapatkan gambar lubang hitam di TED Talk.
Bouman mengembangkan suatu algoritma yang dikenal sebagai Rekonstruksi Gambar Resolusi Tinggi Kontinu menggunakan patch priors, atau CHIRP.
Algoritma ini digunakan untuk menggambarkan lubang hitam supermasif di dalam inti galaksi Messier 87. Dasar teorinya, lubang hitam meninggalkan bayangan latar belakang gas panas.(Tribunjogja.com/CNN/ xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/katie-bouman_2.jpg)