Kulon Progo

Wujudkan Taman Kerajaan Nusantara, Pemkab Kulon Progo Gandeng Perusahaan Swasta Asal Hongkong

Dengan besarnya konsep serta potensi manfaat yang bisa didapatkan, Hasto menilai kerja sama dengan perusahaan internasional itu diperlukan.

Wujudkan Taman Kerajaan Nusantara, Pemkab Kulon Progo Gandeng Perusahaan Swasta Asal Hongkong
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan swasta asal Hongkong untuk mewujudkan rencana pembangunan Taman Kerajaan Nusantara. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Rencana pembangunan Taman Kerajaan Nusantara di Kulon Progo kian mendekati kenyataan.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pihak swasta yang berkantor pusat di Hongkong, Kent Super Industries Limited untuk mewujudkan rencana tersebut.

MoU ditandatangani langsung oleh Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo dengan perwakilan perusahaan tersebut untuk Indonesia, Liliek Saputra, Rabu (10/4/2019) di Ruang Menoreh Pemkab Kulon Progo.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

Keduanya sepakat menjalin kerja sama kemitraan mewujudkan Taman Kerajaan Nusantara dalam rangka pelestarian budaya, sarana pembelajaran, dan juga tempat wisata.

Teknis pelaksanaan akan diatur lebih lanjut melalui perjanjian kerja sama paling lambat setahun setelah penandatanganan MoU tersebut.

Hasto mengatakan, konsep taman ini hampir mirip Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta hanya saja anjungannya berupa ikon kerajaan di seluruh Indonesia.

Menurutnya, kerajaan terdapat dari Sabang sampai Merauke dan menjadi kekayaan nusantara maupun tingkat dunia yang pernah terjadi di mana dulunya pernah disatukan oleh Mahapatih Gajah Mada sebagai wilayah Nusantara. 

Harapannya, Taman Kerajaan Nusantara akan jadi prasasti yang sifatnya internasional, bukan cuma skala nasional. 

Baca: Hindari Lubang di Jalan, Dua Pelajar Terlibat Tabrakan Maut di Kulon Progo

"Kita ingin merefresh kembali bahwa pernah ada suatu masa kejayaan kerajaan-kerajaan yang banyak sekali yang bisa dijadikan pelajaran. Misalnya seperti apa perkembangan penyebaran agaman di wilayah ini," kata Hasto.

Ia menilai, jika sejarah itu bisa dituangkan sebagai suatu kawasan, bisa menjadi penyelamat karya besar nusantara, destinasi wisata, dan juga sebagai center of excellent untuk keperluan riset dan material teaching.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved