International Visitor Leadership Program

Seperti Apakah Kuliner Khas Amerika?

Cheesesteak nyatanya adalah daging cincang yang dipanggang dan dimasukkan ke roti hoagie layaknya hot dog atau sandwich.

Seperti Apakah Kuliner Khas Amerika?
TRIBUNJOGJA.COM / Rento Ari Nugroho
Seorang juru masak sedang membuat Cheeseesteak di kawasan Reading Terminal Market di Philadelphia. Makanan bergaya Italia ini menjadi kuliner khas kota Philadelphia. 

Penambahan keju berjenis Provolone ini dipelopori oleh Joe Lorenza, seorang manajer restoran di Ridge Avenue.

Layaknya Nasi Padang yang di tempat asalnya tidak disebut Nasi Padang, demikian pula Philadelphia Cheesesteak.

Di Philadelphia, makanan ini disebut Cheesesteak saja.

Namun di luar, disebut Philadelphia Cheesesteak.

Deep Dish Pizza di Chicago
Pengaruh kuliner Italia di kuliner Amerika Utara lagi-lagi kami temukan di kota Chicago di negara bagian Illinois.

Kota terpadat ketiga di Amerika yang berada di tengah benua dan menghadap Danau Michigan ini kental dengan nuansa Italia di beberapa sudut kotanya.

Maklum saja, di kota ini juga banyak imigran dari Italia yang membawa serta kuliner nenek moyang mereka, tentunya dengan penyesuaian.

Satu contohnya adalah Pizza. Makanan khas italia ini mengalami penyesuaian di Chicago dengan perubahan bentuk yang lebih tebal dan besar.

Kuliner khas Chicago di negara bagian Illinois: Deep Dish Pizza
Kuliner khas Chicago di negara bagian Illinois: Deep Dish Pizza (TRIBUNJOGJA.COM / Rento Ari Nugroho)

Karena itu, Pizza ala Chicago ini disebut sebagai Deep Dish Pizza alias pizza berkulit tebal.

Rombongan IVLP dari Indonesia juga berkesempatan menikmati kuliner ini ketika tiba di Chicago.

Cuaca pada awal Oktober yang mulai dingin membuat perut terasa lapar, apalagi rombongan baru saja tiba dari penerbangan sekitar dua jam dari Philadelphia.

Pemandu pun mengantar rombongan ke Lou Malnati's Pizzeria, satu restoran Pizza yang terkenal dan memiliki sejarah panjang dari keberadaan Chicago Deep Dish Pizza.

Berjalan sekitar empat blok dari hotel, rombongan banyak melihat berbagai kafe dan restoran yang bergaya italia dengan menu khasnya.

Beberapa mobil keluaran negara yang terkenal dengan menara Pisanya itu juga banyak terparkir di kawasan kafe dan restoran tersebut.

Tiba di restoran, rombongan cukup kebingungan dengan banyaknya jenis pizza yang tersedia.

Rombongan IVLP dari Indonesia menikmati hidangan deep dish pizza di Chicago di restoran Lou Malnati's Pizzeria
Rombongan IVLP dari Indonesia menikmati hidangan deep dish pizza di Chicago di restoran Lou Malnati's Pizzeria (TRIBUNJOGJA.COM / Rento Ari Nugroho)

Oleh pemandu, kami yang berjumlah 11 orang disarankan memesan empat loyang saja mengingat pizza ini sangat tebal dan menyenangkan.

Tebalnya pizza ini juga membuat proses pemanggangan cukup lama.

Kami harus bersabar sekitar 30 menit sebelum pizza pertama diantarkan oleh waitres.

Begitu pizza pertama datang, kami terbelalak.

Bila di Indonesia, pizza yang populer umumnya setebal sekitar 1-2 cm, di sini bisa 5-7 cm.

Lebih pas bila kuliner ini disebut pai daripada pizza melihat ketebalan dan penyajiannya dalam loyang.

Hampir semua pizza yang dipesan ini bertaburkan keju mulai dari Parmesan hingga Mozarella.

Rasa asam tomat yang berkolaborasi dengan gurihnya keju segera menyerbu lidah ketika potongan pizza disantap.

Sepotong Deep Dish Pizza di Lou Malnati's Pizzeria
Sepotong Deep Dish Pizza di Lou Malnati's Pizzeria (TRIBUNJOGJA.COM / Rento Ari Nugroho)

Pizza yang cukup panas tersebut memiliki crust alias kulit yang tebal.

Dengan taburan cabai bubuk dan merica, panas dan pedas menggoyang lidah Indonesia yang kangen rasa pedas.

Kulit pizza terasa gurih dan empuk meski tebal dan terlihat agak menghitam karena proses memasak.

Sebagai keju asli italia, sang Chef mengobral tomat segar dan keju yang menjadikan rasanya gurih dan asam yang cukup kuat.

Besar dan tebalnya potongan pizza membuat satu orang sudah cukup kekenyangan hanya dengan menyantap 2-3 potong saja.

Meski menyajikan menu khas Italia, namun restoran Lou Manati's Pizzeria yang kami datangi kali ini bercorak modern dengan interior ala era industri.

Tempat duduk bangku tinggi dari kayu dan meja yang juga tinggi membuat rombongan duduk cukup nyaman.

Lou Manati's sendiri memiliki pengaruh dalam perkembangan deep Dish Pizza ini.

Maklum saja, Rudy Manati, ayah dari Lou Manati, merupakan chef yang awalnya bekerja di Uno Pizzeria.

Restoran ini dikenal sebagai pelopor Deep Dish Pizza.

Nah, usut punya usut ternyata Rudy Manati adalah orang yang mengkreasikan Deep Dish Pizza ini.

Sang anak yang mendapat banyak ilmu tentang pizza dari ayahnya kemudian membuka restoran sendiri pada Maret 1971 di Lincolnwood, Chicago.

'Restoran ini berkembang pesat hingga saat ini Lou Manati's memiliki sekitar 45 restoran di area Metropolitan Chicago dan satu restoran di Arizona.

Lou sendiri sejatinya telah meninggal pada 1978. Istri dan anaknya, Rick yang kemudian mewarisi bisnis ini dan mengembangkannya hingga seperti sekarang, menjadi satu dari beberapa rujukan kuliner Chicago.(TRIBUNJOGJA.COM / Rento Ari Nugroho).

Penulis: toa
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved