Bantul

Lewat Batik, Tatang Suarakan Kelestarian Alam

Seni adalah keindahan yang mampu membangkitkan perasaan bagi pencipta dan penikmatnya.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Tatang Elmy Wibowo menunjukkan satu karya batik lukis miliknya bertema Harimau Jawa di Gallery Leksa Ganesha di daerah Tembi RT 04, Timbulharjo Sewon, Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Seni adalah keindahan yang mampu membangkitkan perasaan bagi pencipta dan penikmatnya. Begitu juga yang dilakukan oleh Tatang Elmy Wibowo, warga Tembi RT 04 Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

Di rumah sederhananya, ia setiap hari membuat sebuah karya Batik untuk menyuarakan gejolak perasaan di dalam dirinya.

Mulai dari karya yang bercerita kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana hingga sebuah karya, secara khusus, dibuat untuk menyuarakan kelestarian hutan dan lingkungan.

Seperti lukisan batik bertema, Jogja ora didol, Reklamasi Jakarta, Lestari Kendeng, Harimau Jawa, Kampanye Anti Nuklir, Lubang Tambang hingga Relasi Sosial untuk Bencana.

Baca: Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta Belajar Berdemokrasi Lewat Pemilihan Ketua BEM

"Saya menggunakan Batik sebagai media untuk menyampaikan kesiapsiagaan atau menjaga sesuatu, seperti harimau jawa, melestarikan hutan ataupun melestarikan lingkungan," kata Tatang, ditemui di gallery miliknya, di jalan Parangtritis Km 8.5, Tembi, Sewon, Bantul, Jumat (15/3/2019)

Tatang mulai terjun dalam seni batik lukis dari tahun 2011, sebelumnya ia aktif dalam WALHI, sebuah organisasi independen yang bergerak dalam kelestarian lingkungan.

Keaktifannya di Walhi, ternyata memberikan banyak sentuhan pada setiap karyanya. Terbukti sejumlah karya Tatang bermuatan pesan sosial.

Pesan menjaga kelestarian alam dalam sebuah karya, menurut Tatang sangat penting karena Indonesia adalah negara kaya akan sumberdaya alam. Maka sudah sewajarnya, generasi saat ini menjaganya. Untuk kemudian diwariskan kepada anak cucu kelak.

Suarakan Kelestarian Lewat Batik
Karya di Gallery Leksa Ganesha milik Tatang Elmy Wibowo di daerah Tembi RT 04 Timbulharjo Sewon Bantul

"Saya tidak terlalu muluk. Sebenarnya cuma ingin mengajarkan kepada masyarakat supaya tahu bahwa pesan ini berguna. Harapannya akan banyak orang yang konsen dan peduli dengan isu yang saya sampaikan," terang dia.

Bahan Alami

Konsen di bidang kelestarian lingkungan. Tatang sangat berhati-hati dalam berkarya. Untuk pewarnaan batik miliknya, alumni universitas jenderal Soedirman ini menggunakan bahan-bahan alami.

Baca: Seniman Asal Padang dan Anaknya jadi Korban Penembakan di Selandia Baru

Seperti warna biru dihasilkan dari daun indigo vera. Warna kuning dari kayu nangka. Warna merah kecoklatan mengambil dari kulit kayu Mahoni. Warna hitam, Tatang menggunakan perpaduan antara kulit mahoni dengan kulit buah jelawe.

Sementara untuk fiksasi, Ia memakai batu kapur, batu tunjung dan blimbing wulung.

"Karya batik saya memang modern. Tapi proses pembuatan saya menjaganya masih sangat tradisional," ungkap dia.

Diminati Bule Eropa

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved