Bantul

Lewat Batik, Tatang Suarakan Kelestarian Alam

Seni adalah keindahan yang mampu membangkitkan perasaan bagi pencipta dan penikmatnya.

Lewat Batik, Tatang Suarakan Kelestarian Alam
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Tatang Elmy Wibowo menunjukkan satu karya batik lukis miliknya bertema Harimau Jawa di Gallery Leksa Ganesha di daerah Tembi RT 04, Timbulharjo Sewon, Bantul 

Konsen di bidang kelestarian lingkungan. Tatang sangat berhati-hati dalam berkarya. Untuk pewarnaan batik miliknya, alumni universitas jenderal Soedirman ini menggunakan bahan-bahan alami.

Baca: Seniman Asal Padang dan Anaknya jadi Korban Penembakan di Selandia Baru

Seperti warna biru dihasilkan dari daun indigo vera. Warna kuning dari kayu nangka. Warna merah kecoklatan mengambil dari kulit kayu Mahoni. Warna hitam, Tatang menggunakan perpaduan antara kulit mahoni dengan kulit buah jelawe.

Sementara untuk fiksasi, Ia memakai batu kapur, batu tunjung dan blimbing wulung.

"Karya batik saya memang modern. Tapi proses pembuatan saya menjaganya masih sangat tradisional," ungkap dia.

Diminati Bule Eropa

Tatang tak pernah menyangka, berjalannya waktu, karya batik lukis realis miliknya ternyata banyak diminati oleh pangsa pasar Eropa. Alasannya, karena karya Tatang dianggap lebih natural dan ekspresionis.

Bahkan diakui dia banyak bule dari Eropa dan Rusia yang secara sengaja datang ke galllery miliknya hanya sekadar untuk belajar bagaimana menghasilkan karya semi abstrak itu.

"Mereka datang kesini, ingin belajar. Ada yang satu bulan. Bahkan ada yang satu tahun," ujar jebolan Sekolah skill di Asian Disaster Preparedness Center [ADPC] di Thailand.

Baca: Manfaat Buah Rambutan : Daging, Biji hingga Daun Semua Punya Khasiat Super!

Dalam berkarya, pemilik Leksa Ganesha ini tidak hanya membidik pangsa Eropa saja. Beberapa lukisan miliknya juga disesuaikan dengan minat orang Indonesia. Seperti kain dan selendang.

"Selendang sama kain ini hampir 80 persen pasarnya Indonesia. Sementara batik lukis abstrak 75 persen Eropa," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved