Kesehatan

Ini Obat Flu yang Disarankan Dokter

Kalau tenggorokan mulai sakit, gatal sehingga batuk berkali-kali, juga bersin-bersin, berarti penyakit musiman seperti flu mulai mampir di tubuh kita.

Editor: Gaya Lufityanti
rd.com
ilustrasi 

Kalau kita terbiasa minum antibiotik, bahayanya kuman di tubuh menjadi kebal terhadap antibiotik.

Akibatnya, dosis yang nanti kita gunakan akan semakin besar.

Efek paling buruk adalah datangnya kematian bila dosisnya sudah terlalu tinggi.

Maka disarankan, bila kita mendapat obat dari dokter sebaiknya menanyakan jenisnya dan untuk apa.

Maksudnya supaya tahu apa yang kita makan.

Hal semacam itu bisa kita tanyakan kepada apoteker saat mengambil obat.

Bila hanya pilek, pilihlah obat flu bebas yang mengandung komponen pilek saja.

Obat pilek hanya perlu mengandung salah satu, efedrin, pseudoefedrin, atau fenilpropanolamin

Dari ketiganya, efedrin dosis kecil (8-10 mg) paling baik, fenilpropanolamin paling jelek.

Baca: Tanpa Obat, Begini Cara Sembuhkan Flu pada Anak

Bila ingin mencampur dengan komponen antihistamin (antialergi), bisa menggunakan CTM, yang cukup efektif dan murah.

Tambahan lain misalnya vitamin atau obat pengencer dahak tidak mutlak dibutuhkan tubuh, tergantung dari kondisi masing-masing individu.

Yang penting, dengan atau tanpa antibiotik seharusnya flu akan sembuh dalam beberapa hari hingga seminggu.

Bila ternyata tidak reda, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut, apakah demam yang diderita tidak disebabkan oleh penyakit lain, atau apakah obat flu perlu diubah.

Minumlah air sebanyak mungkin karena kita akan kehilangan banyak cairan selama demam berlangsung. Tindakan ini juga bisa membantu menurunkan suhu tubuh yang meninggi.

Artikel ini telah tayang di Grid Health dengan judul Obat Flu di Musim Hujan Yang Disarankan Dokter, Tak Harus Antibiotik. (*)

Sumber: Grid.ID
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved