Pemilu 2019
Ketua PWI DIY : Media Massa Harus Netral Sikapi Pemilu
Media massa diminta untuk turut menjaga netralitas dalam Pemilu 2019 sehingga bisa meminimalisir pelanggaran regulasi kampanye.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Media massa diminta untuk turut menjaga netralitas dalam Pemilu 2019. Pelanggaran terhadap regulasi kampanye harus diminimalkan.
Masa kampanye iklan di media massa untuk Pemilu 2019 rencananya akan berlangsung mulai 24 Maret mendatang dan akan berakhir pada 13 April bersamaan rampungnya masa kampanye terbuka.
Masa kampanye itu rawan terjadi pelanggaran regulasi Pemilu maupun soal etika pers itu sendiri.
Baca: Viral Foto Truk Pengangkut Surat Suara Bertuliskan Huruf Kanji, KPU Kulon Progo Pastikan Semua Aman
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY, Sihono mengatakan media semestinya menjaga independensi dan keberimbangannya dalam menyampaikan pemberitaan terkait Pemilu 2019.
Apalagi, jika berita itu menyangkut peserta Pemilu. Hal ini disebutnya menjadi tantangan berat karena berbagai tekanan, termasuk dari pemilik media.
Baca: Diduga Sibuk Kampanye, Separuh Anggota DPRD Gunungkidul Tak Hadir dalam Rapat Paripurna
"Namun bagaimanapun, independensi harus dijaga dan ini harus ditekankan kepada wartawan,"kata Sihono dalam Rapat KOordinasi Stakeholder yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulon Progo, Senin (11/3/2019 di Wates.
Maka itu, menurutnya sangat penting bagi media massa agar tidak mengubah fakta lapangan hanya untuk memenuhi kepentingan tertentu yang berkaitan politik.
Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap media massa bisa terus langgeng.(tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sihono-ht-ketua-pwi-diy_20180408_212814.jpg)