Gunungkidul

Band Guyon Waton, Om Wawes dan Band Klenik Sambangi SLB Negeri Gunungkidul

Misi dari kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi bagi anak-anak disabilitas yang mempunyai bakat di bidang musik untuk terus berkarya.

Tayang:
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Suasana grup band Om Wawes, Guyon Waton, dan Klenik band saat mengunjungi SLB 1 Gunungkidul, Selasa (5/3/2019). 

Tak disangka, Kelvin pernah menjadi juara pada kompetisi bernyanyi di tingkat nasional.

Bercita-cita menjadi seorang penyanyi, Kelvin pun mengakui sudah belajar bernyanyi sejak kecil.

Guru musik SLB Wonosari, Maugguh mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat murid-murid disabilitas untuk terus berkarya di bidang musik walaupun mereka mempunyai kekurangan.

"Kami ada proyek yaitu membuat akun instagram yang bernama Di sini Kita Pergi. Yang isinya adalah kumpulan murid-murid dari 6 SLB di Gunungkidul yang mempunyai bakat bermusik dan membuat beberapa lagu untuk dijadikan satu buah album," katanya.

Ia mengatakan lagu-lagu tersebut masih diciptakan oleh pihak lain, karena anak-anak SLB belum biasa untuk menciptakan lagu.

Diundangnya ketiga band tersebut diharapkan dapat mampu membantu dalam penyebaran album yang sudah dibuat oleh anak-anak disabilitas di Gunungkidul.

"Album tersebut berisi tujuh lagu yang berisi tentang anak -anak disabilitas. Setelah membuat album, kami ikut lomba. Walaupun tidak menang, tetapi kami berhasil menembus 15 besar," katanya.

Dalam membuat lagu tersebut, banyak kesulitan yang dihadapi.

Kesulitan yang dihadapi di antaranya disabilitas terutama tuna netra tidak pernah melihat bagaimana suasana dalam sebuah lagu.

"Contohnya dalam lirik lagu Guyon Waton berbunyi 'udan bledhek kan dadi saksiku' (hujan petir akan menjadi saksiku-red) mereka tuna netra kan belum pernah melihat langsung seperti itu, kami kesulitan untuk membuat untuk versi mereka," ucapnya.

Ia menambahkan, jika membuat lirik-lirik bertemakan cinta para disabilitas tuna netra mempunyai versi sendiri bagaimana cara jatuh cinta.

"Untuk menyiasatinya, saya suruh mereka bercerita bagaimana cara mereka jatuh cinta. Kalau orang normal kan bisa melihat fisik bahwa cewek itu cantik. Sedangkan tuna netra berdasarkan suara dan feelingnya, itulah yang saya akan ambil," terangnya.

Ia mengatakan personil band yang ia bentuk ada tujuh orang, yang terdiri dari enam tuna netra dan satu orang tuna grahita.

"Album tersebut sudah kami kirim ke berbagai pihak seperti RI 1, pendidikan 1, dan juga bekraf tetapi hingga saat ini belum ada respon. Untuk itu kami menggandeng pihak lain seperti band yang diundang kali ini saya harap dapat membantu penjualan album kami. Hasil dari penjualan itu ya buat kami latihan dan membuat lagu kembali kami mencoba untuk mandiri melalui penjualan album," ucapnya.

Baca: Lipstick Untuk Difabel, Tingkatkan Kepedulian Sosial Lewat Make Up

Vokalis Band Om Wawes, Dian Ganjar Prabowo mengatakan, kedatangannya ini diawali dari adanya vidio anak-anak disabilitas mengcover lagu berjudul Penak Konco yang merupakan lagu kolaborasi Om Wawes dengan Guyon Waton.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved