Kota Yogya

Kurangi Gesekan Antarpartai, Polresta Yogya Petakan Jalur Rawan

Polresta Yogyakarta terus lakukan upaya untuk meminimalisir konflik antar simpatisan partai jelang Pemilu, April mendatang.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polresta Yogyakarta terus lakukan upaya untuk meminimalisir konflik antar simpatisan partai jelang Pemilu, April mendatang.

Kapolresta Yogyakarta, Kombe Pol Armaini mengungkapkan selain memetakan TPS rawan, pihaknya juga telah memetakan daerah-daerah rawan gesekan.

Menurutnya melalui pemetaan tersebut, menentukan jenis pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian.

Dari beberapa titik yang sudah dipetakan, ada titik-titik tertentu yang menjadi perhatian Polresta Yogyakarta.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

"Banyak titik rawan (di Kota Yogyakarta). Saya sebut beberapa titik saja ya, Ngabean misalnya. Daerah itu kita petakan karena menjadi titik singgung. Lalu Jogokaryan, itu juga menjadi pemetaan kami, kerena kemarin ada konflik kan. Lalu juga ada Warungboto, karena di sana basis tertentu," ungkapnya pada Tribunjogja.com, Selasa (5/3/2019).

Satu dari beberapa faktor yang melandasi titik rawan tersebut adalah karena adanya basis massa yang condong pada satu partai.

Untuk menghindari konflik antarpartai, Polresta memberikan pengamanan dan pengawalan, hingga memetakan jalur-jalur yang bisa dilewati oleh pendukung partai tertentu.

"Kalau hari biasa seperti ini tidak kelihatan, tetapi kalau ada kegiatan politik, baru kelihatan. Makanya kami bikin jalur-jalur yang aman, sehingga kalau pendukung partai satu mau melewati daerah pendukung partai lain, kita kawal betul dan cari jalur aman, supaya tidak terjadi konflik," jelasnya.

Baca: KPU DIY Giat Berikan Bimbingan Teknis Menjelang Pemilu

"Kami juga nanti akan koordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk acara seperti itu. kalau bisa acara jangan berdekatan. KIta juga kerjasama dengan Polres lain. Misal acra di Kota, nanti pendukung dari Sleman juga pasti datang, begitu juga sebalinya. Jadi tentu koordinasi ini pasti ada," sambungnya.

Untuk pengamanan Pemilu, pihaknya akan mengerahkan seluruh jajarannya baik dari Polsek dan Polresta, sekitar 1400 personel.

Polresta Yogyakarta juga nantinya akan dibantu oleh Polda dan Brimob selama Pemilu.

Terpisah, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan gesekan-gesekan simpatisan partai masih terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk meminimalisir gesekan.

"Gesekan antarpartai masih terjaid, meskipun kita sudah lakukan antisipasi. Pemkot dan Kepolisian sudah berkoordinasi terus, tetapi ya masih terjadi gesekan-gesekan. Kami sudah lakukan diskusi, buat kesepakatan-kesepakatan, tetapi ya masih saja terjadi," katanya.

Baca: KPU DIY Buka Pendaftaran Anggota KPPS Pemilu 2019

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved