Kulon Progo

3 Kecamatan di Kulon Progo Rawan Narkotika

BNNP DIY menyebut jumlah kasus narkoba di Kulon Progo cenderung meningkat dalam 6 tahun terakhir, terutama obat berbahaya serta minuman beralkohol.

3 Kecamatan di Kulon Progo Rawan Narkotika
cnn.com
ilustrasi narkoba 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Tiga kecamatan di Kulon Progo termasuk dalam peta wilayah rawan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba).

Kerawanan dimungkinkan bakal semakin meningkat seiring hadirnya New Yogyakarta International Airport (NYIA) di kabupaten tersebut.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba yang digelar Badan Narkotika Nasional tingkat Provinsi (BNNP) DIY bersama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kulon Progo, Rabu (27/2/2019) di Hotel Cavinton Yogyakarta.

BNNP DIY menyebut, jumlah kasus narkoba di Kulon Progo cenderung meningkat dalam enam tahun terakhir, terutama untuk jenis obat berbahaya serta minuman beralkohol.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, wilayah rawan narkoba di antaranya Kecamatan Temon, Galur, dan Samigaluh.

Kulon Progo dinilai cukup rawan dan berpotensi menjadi wilayah penyalahgunaan, peredaran, maupun penggunaan narkoba.

Terlebih, dengan segera beroperasinya bandara NYIA.

Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Triwarno Atmojo berharap melalui kegiatan koordinasi itu peran serta dan dukungan organisasi perangkat daerah terhadap Gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) semakin nyata.

Hal ini melihat potensi Kulon Progo yang cukup rawan terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba tersebut.

Baca: Hasto Siap Tata Pantai Glagah Setelah Bandara NYIA Beroperasi, Dibutuhkan Anggaran Rp69 Miliar

"DIY sebagai kota pelajar saat ini mengalami perkembangan sebagai prevalensi yang sangat mengkhawatirkan sehingga harus dicegah. Saat ini Indonesia pun sudah darurat narkoba meski lebih banyak ditangani peredaran gelapnya. Aspek penanganan penyalahgunaannya belum optimal dan harus diperhatikan serius untuk dicegah," kata Triwarno.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved