Kulon Progo
Hasto Siap Tata Pantai Glagah Setelah Bandara NYIA Beroperasi, Dibutuhkan Anggaran Rp69 Miliar
Hasto Wardoyo Siap Tata Pantai Glagah Setelah NYIA Beroperasi, Dibutuhkan Anggaran Rp69 Miliar
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Penataan kawasan wisata Pantai Glagah dimungkinkan bakal dilakukan setelah operasi terbatas New Yogyakarta International Airport (NYIA).
Hal itu lantaran desain besar bandara baru itu sudah terbentuk sehingga Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tinggal menyesuaikannya saja.
Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengatakan jadwal pengoperasian NYIA sudah ada kepastian waktunya yakni April 2019 untuk operasional terbatasnya.
Hal ini membuka jalan bagi Pemkab untuk mulai melakukan penataan kawasan Pantai Glagah yang ada di selatan area bandara tersebut.
Selama ini, Pemkab cenderung bersikap wait and see (menunggu dan memantau) terhadap kemungkinan adanya perubahan desain bandara.
Baca: Rusunawa Tuksono Mewah Serupa Apartemen
Baca: Disdukcapil Sleman: Perekaman KTP-EL Bisa Dilakukan di Kecamatan
Baca: Dewan Kritik Rendahnya Serapan Anggaran di Lingkungan Pemkab Gunungkidul
Di sisi lain, detailed engineering design (DED) penataan kawasan wisata Glagah juga telah dirampungkan penyusunannya sehingga konsep pengembangannya sudah lebih terlihat.
"Sekarang sudah fix (desain bandara) sehingga penataan bisa dilakukan. DED sudah jadi sehingga begitu bandara di-launching, Pantai Glagah bisa langsung kita tata," jelas Hasto, Senin (25/2/2019).
Pada tahap awal penataan, urai Hasto, seluruh bangunan yang ada di sepanjang Pantai Glagah hingga Pantai Congot akan digusur terlebih dulu.
Meliputi bangunan penginapan, warung, hunian warga, hingga area tambak udang. Dilanjutkan pembangunan sarana dan prasarana untuk menciptakan wajah baru Pantai Glagah.
Penataan ditargetkan rampung di akhir 2020 dengan perkiraan kebutuhan anggaran sekitar Rp69 miliar.(tribunjogja)