Kulon Progo

Tidak Ada Opsi Relokasi bagi Petambak di Selatan NYIA

Opsi relokasi yang diinginkan para petambak udang di selatan area proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) sangat sulit diwujudkan.

Tidak Ada Opsi Relokasi bagi Petambak di Selatan NYIA
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Opsi relokasi yang diinginkan para petambak udang di selatan area proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) sangat sulit diwujudkan.

Petambak diminta untuk memikirkan pilihan alih profesi ke sektor lain.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo, Sudarna.

Menurutnya, hanya ada dua kawasan yang sudah ditetapkan sebagai zona peruntukan budidaya air payau.

Yakni di wilayah Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur serta Pasir Mendit dan Kadilangu di pesisir Desa Jangkaran, Kecamatan Temon dengan luasan total lahan sekitar 70 hektare.

Baca: Bundling Product, Trik Belanja Hemat di Gaudi Clothing Hartono Mall

Pun kedua kawasan itu sudah terbilang penuh oleh para pembudidaya dan tidak mencukupi jika dijadikan relokasi petambak dari selatan NYIA.

"Menyangkut aktivitas pertambakan di selatan NYIA, tidak mungkin dilakukan relokasi karena lokasi peruntukannya sekarang semua sudah penuh. Secara legal formal, tidak ada tempat untuk relokasi mereka," kata Sudarna pada Tribunjogja.com, Selasa (26/2/2019).

Demikian juga kawasan pesisir di barat Trisik hingga wilayah Garongan, Kecamatan Panjatan juga tak mungkin dijadikan tempat relokasi.

Area pesisir itu masuk dalam wilayah kontrak karya penambangan pasir besi dan hal ini sudah diatur dalam Rencana Tata ruang dan Wilayah (RTRW).

Sekalipun perluasan zona budidaya itu bisa dilakukan, prosesnya tak bisa sekejap lantaran mengubah RTRW juga butuh waktu lama serta mensinkronkan aturan di tingkat kabupaten dengan Pemerintah DIY.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved