Bantul
Program Boga Sehat, Pemkab Bantul Kucurkan Dana Miliaran Rupiah untuk Beri Makan Warga Tidak Mampu
Pemerintah Kabupaten Bantul mengucurkan anggaran dana senilai hampir 4 miliar rupiah untuk menjalankan program Boga Sehat.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul mengucurkan anggaran dana senilai hampir 4 miliar rupiah untuk menjalankan program Boga Sehat.
Ini merupakan program bantuan dari pemerintah Bantul untuk memberi makan warga yang tidak mampu.
Sasaran dari program ini adalah orang-orang tua, lanjut usia dan disabilitas akut yaitu mereka yang tidak berpenghasilan dan sudah tidak bisa melakukan apa-apa.
"Pemerintah mengucurkan dana hampir Rp 4 miliar untuk program boga sehat. Jadi, nanti setiap hari, orang-orang tertentu dimasyarakat yang sudah tidak mampu mencari makan, ditanggung oleh Pemerintah," kata Asisten III Bidang Sumberdaya dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bantul, Totok Sudarto, Jumat (15/2/2019).
Baca: Dalam 2 Tahun, Pemkab Bantul Target Turunkan Angka Kemiskinan Jadi 9 Persen
Program akan dijalankan selama sepuluh bulan.
Mulai dari awal Maret 2019 sampai akhir Desember 2019.
Dengan sasaran sementara, kurang lebih ada sekitar 900 warga tidak mampu.
Jumlah ini menurutnya masih terus didata dan kemungkinan bisa bertambah.
Untuk teknis penyaluran, dijelaskan Totok, dana dari pemerintah melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (Dinsos P3A) Bantul akan ditransfer kepada kelompok masyarakat dari pengelolaan Ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan keluarga (PKK).
Dari kelompok masyarakat itu kemudian disalurkan kepada warga yang tercatat sebagai penerima bantuan.
"Bantuan itu bentuknya makan. Dalam sehari dua kali. Sekali makan kalau tidak salah besarannya Rp 12.500," terang dia.
Baca: Pemkab Bantul Rencanakan Pelebaran Jalur Cinomati
Artinya, setiap hari orang-orang yang sudah tidak mampu lagi mencari makan di Kabupaten Bantul akan diberi makan oleh pemerintah melalui kelompok masyarakat.
Dalam bentuk bantuan Boga Sehat.
Persiapan menjalankan program ini, kata Totok semua sudah saling berkoordinasi.
Termasuk dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Karena dalam program ini Baznas ikut berbagi dengan memberikan bantuan berupa tempat untuk makan yang bisa dipakai berulang kali.
"Jadi untuk pemberian makan, tidak menggunakan barang yang habis pakai, tidak. Tapi makanan akan diberikan dengan menggunakan tempat makan. Bantuan Baznas," ujar dia.
Baca: Pemkab Bantul Gelar Sosialisasi Kebijakan Kependudukan
Adanya program boga sehat ini, menurut Totok merupakan keinginan dari pemerintah kabupaten Bantul bahwa orang tua lanjut usia dan disabilitas akut yang tidak lagi mampu mencari makan, jangan dianggap sebagai orang miskin.
Karena mereka sebenarnya tidak membutuhkan apapun.
Kecuali Kebutuhan dasarnya sebagai manusia yaitu makan.
"Mereka nggak akan jagong. Nggak akan menyekolahkan anak-anaknya. Nggak akan pergi kemana-mana. Intinya mereka hanya butuh makan. Kalau cukup kebutuhan makan berarti dia sudah lepas dari kebutuhan dasarnya," jelas dia.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)