Yogyakarta

DIY Jadi Percontohan Stop BABS di Indonesia

Dia menyebutkan, 438 desa di DIY sudah menerapkan hal itu dan lebih dari 90 persen tidak buang air besar sembarangan.

DIY Jadi Percontohan Stop BABS di Indonesia
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipilih menjadi pusat pembelajaran provinsi yang berhasil menyetop buang air besar sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).

Bahkan, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X diminta untuk menjadi pembicara utama pada pertemuan seluruh wali kota dan Bupati peduli sanitasi se-Indonesia untuk membagi pengalamannya stop BABS 100 persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ahli Sanitasi yang juga Direktur Eksekutif Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi, Josrizal Zain yang menyebut DIY sebagai salah satu provinsi yang patut dicontoh oleh daerah lain.

Dia mengatakan, keberhasilan program stop BABS ini bukan sekedar finansial tetapi terkait budaya dan perilaku.

“Kami juga menyoroti menjadikan sungai sebagai halaman depan yang bersih, sehat dan justru bisa menjadi tempat wisata dan di Yogya sudah ada,” jelasnya, kemarin.

Pihaknya pun bekerjasama dengan World Bank dan Unicef menuju ODF.

Baca: Stop Perilaku BABS, Kulonprogo Diganjar Penghargaan Menkes

Pihaknya juga menargetkan universal access 100 persen pada tahun 2019 diantaranya akses air minum, akses sanitasi sampah dan limbah serta tidak ada lagi pemukiman kumuh.

Setelah 100 persen stop BABS, ujarnya, masih harus diupayakan pengelolaan limbah Rumah Tangga yang aman.

Dia menyebutkan, 80 persen stop BABS belum 100 persen aman.

Hal ini karena Septic tank tinja belum kedap air dan masuk tanah.

Halaman
12
Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved