Yogyakarta
DIY Jadi Percontohan Stop BABS di Indonesia
Dia menyebutkan, 438 desa di DIY sudah menerapkan hal itu dan lebih dari 90 persen tidak buang air besar sembarangan.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
Lima pilar ini adalah stop BABS, cuci tangan sebelum dan sesudah makan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan air limbah rumah tangga,” jelasnya.
Dia menyebutkan, pada ahun 2018 sudah 52 desa menerapkan 5 pilar STBM.
Dan pada 2022, ditargetkan, dari 438 desa yang ada di DIY minimal 50 persennya sudah menerapkan STBM.
Agar STBM terwujud, dukungan penyediaan sanitasi yang baik juga harus tetap memperhatikan kearifan
lokal masing-masing wilayah.
“Misalnya sanitasi jamban, tidak bisa kalau jambannya kemudian kita samakan semua. Harus sesuai lokasinya. Contohnya di Gunungkidul tidak bisa kalau jamban butuh banyak air. Nah kita pakai jamban yang sesuai
di sana hanya tetap hygiene menjadi skala prioritas,” terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)