UPDATE Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa KKN UGM, Kronologi versi Penasihat Hukum HS

Penasihat Hukum HS, Tommy Susanto mengungkapkan keganjilan dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan kliennya

UPDATE Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa KKN UGM, Kronologi versi Penasihat Hukum HS
Grafis TRIBUNjogja.com
Ilustrasi 

"Mereka itu berbeda pondokan. Saat Agni itu datang ke rumah HS, posisinya sedang tidur. Jadi bukan dia yang membukakan pintu. Di sana sebenarnya juga ada bebrapa
kamar, ada pemilik rumah juga. Tetapi tidak tahu kenapa kok masuknya ke kamar HS. Kan Agni juga bisa teriak, malah akan ada sanksimoral di sana. Kejadian sudah 2017,
tetapi kenapa baru lapornya sekarang?" lanjutnya.

Selain menyampaikan keganjilan tersebut, Tommy juga menilai bahwa sanksi yang diberikan UGM sangat prematur.

Menurutnya HS juga tetap berhak diwisuda karena tidak ada hubungannya antara akademik dan tindak pidana. Terlebih HS masih belum dinyatakan bersalah.

"Justifikasi dan hukuman yang diberikan itu terlalu berat dan sangat prematur. Menurut LP HS ini statusnya sebagai saksi, bukan tersangka. Tetapi HS tidak boleh
wisuda, harus tetap bisa wisuda, karena tidak ada hubungan antara akademik dan tindak pidana. Jika memang terbukti HS juga siap bertanggungjawab. Jadi biarkan dia
selesai secara akademik dulu," ujarnya.

Ia pun meminta semua pihak untuk menunggu hasil penyidikan oleh pihak kepolisian.

Menurutnya pemeriksaan yang dilakukan polisi merupakan apa adanya dan tidak bisa diintervensi. Ia pun meminta Polda DIY untuk adil dalam penyidikan, karena banyaknya
tekanan, baik dari massa, media, maupun pihak lain.

UGM Bantah Membuat Laporan ke Polda DIY

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol UGM, Iva Ariani membantah pihak UGM membuat laporan.

Iva mengatakan bahwa pihaknya hanya membuat aduan ke Polda DIY.

"Kalau secara institusional, UGM tidak pernah membuat laporan.Kalau ada yang melapor secara individu, saya tidak tahu. Yang jelas kami dari UGM fokus mengurus akademis
dan etika. Itu yang kami kerjakan dan kami fokus dengan itu," katanya kepada media, Sabtu (29/12/2018).

Halaman
123
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved