Yogyakarta

Gelar Jumpa Pers, Rektor UGM Akui Lambat Merespon Kasus Agni

"Berdasarkan temuan tim investigasi internal, kami simpulkan telah terjadi dugaan pelecehan seksual," kata Panut.

Gelar Jumpa Pers, Rektor UGM Akui Lambat Merespon Kasus Agni
TRIBUNJOGJA.COM / Alex Ermando
Rektor UGM Panut Mulyono (tengah) dalam jumpa pers di Rektorat, Gedung Pusat UGM, Jumat (07/12/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar jumpa pers di Rektorat, Gedung Utama UGM pada Jumat (07/12/2018).

Bersama sejumlah anggota Tim Etik, Rektor UGM Panut Mulyono menyampaikan perkembangan terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa mahasiswa dan mahasiswinya.

"Berdasarkan temuan tim investigasi internal, kami simpulkan telah terjadi dugaan pelecehan seksual," kata Panut.

Secara rinci, Panut menyebut kasus ini terjadi saat proses KKN Juli-Agustus 2017 di Seram Barat, Maluku.

Dua mahasiswa yang terlibat berasal dari FISIPOL dan Teknik.

Baca: Panggil 13 Orang, Polda DIY Masih Lakukan Penyelidikan Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswa UGM

Panut mengakui bahwa pihaknya lamban dalam merespon peristiwa tersebut.

Akibatnya, ia menyebut terduga penyintas dan terduga pelaku terpengaruh secara psikologis, akademik, dan finansial.

"UGM meminta maaf atas kelambanan yang terjadi," ujar Panut.

Baca: Polda DIY Akan Segera Lakukan Gelar Perkara Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM

Meskipun demikian, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Paripurna membantah telah terjadi kesengajaan dalam mengusut kasus tersebut.

Sebab pihaknya mengedepankan asas kehati-hatian. Ia pun berjanji akan melakukan tindakan cepat jika terjadi kasus serupa.

"Ini introspeksi bagi kami untuk melihat kembali tindakan-tindakan administratif yang pernah dilakukan," kata Paripurna.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved