Yogyakarta

Sri Sultan Cerita Terjebak Macet Hingga 3,5 Jam

Kemacetan yang menjadi masalah klise perlu ditangani dengan beragam alternatif pada masa liburan ini.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Kendaraan bermotor memenuhi ruas Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Jumat (26/1/2018). Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang tidak sejurus dengan pelebaran jalan di Yogyakarta menyebabkan sering terjadi kemacetan lalu lintas. 

Dia pun sebenarnya sudah memiliki lahan seluas 5 hektare di JEC dan juga eks STIE Kerjasama (STIKers).

Akan tetapi, pihaknya belum tahu apakah bus mau masuk ke kantong parkir tersebut.

“Kecuali komunikasi antara bus dan wisatawan menggunakan handphone kemungkinan bisa gitu saja,” ujarnya.

Kantong Parkir

Kepala Dishub DIY, Sigit Sapto Raharjo menjelaskan ada sekitar 35 kantong parkir hingga sirip-sirip jalan yang akan disiapkan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru.

Dari jumlah tersebut, 14 kantong parkir merupakan kantong parkir besar.

Beberapa kantong parkir ini diantaranya adalah parkir Abu Bakar Ali, Senopati, Ngabean, Ex UPN, Sriwedani, Pasar Sore dan lainnya.

Sementara, untuk puluhan kantong parkir lainnya seperti di sirip-sirip jalan seperti Gandekan, dan sirip-sirip sekitar Malioboro.

Baca: Dewan Setujui Wacana Bus Tidak Masuk Kota

“Untuk kantong parkir Beskalan, hingga saat ini belum bisa digunakan. Namun, saat ini kami sedang menyiapkan parkir untuk sirip-sirip,” jelasnya.

Sigit juga menyetujui gagasan bus tidak masuk kota untuk mengurangi kemacetan.

Namun, persiapan kantong parkir dalam bentuk park and ride atau sejenisnya harus dipersiapkan.

Termasuk, penyiapan moda transportasi lain.

“Kalau ada parkir di luar kota kan perlu menyiapkan shuttle. Itu baru diwacanakan Komisi C DPRD. Kami siapkan dimana kantong parkirnya,” tegasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved