Yogyakarta

Sri Sultan Cerita Terjebak Macet Hingga 3,5 Jam

Kemacetan yang menjadi masalah klise perlu ditangani dengan beragam alternatif pada masa liburan ini.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Kendaraan bermotor memenuhi ruas Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Jumat (26/1/2018). Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang tidak sejurus dengan pelebaran jalan di Yogyakarta menyebabkan sering terjadi kemacetan lalu lintas. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali meminta penyiapan kantong parkir dan pengaturan arus lalu lintas selama Natal dan Tahun Baru benar-benar serius.

Kemacetan yang menjadi masalah klise perlu ditangani dengan beragam alternatif pada masa liburan ini.

“Perlu ada himbuan utamanya untuk parkir bus besar. Saya khawatir sudah disediakan (kantong parkir), tetap saja parkir tidak pada tempatnya,” jelas Sultan HB X usai rapat koordinasi dengan forum pimpinan daerah terkait persiapan Natal dan Tahun Baru di Kepatihan, Kamis (20/12/2018) sore.

Baca: UPT Terminal Giwangan Minta Calon Penumpang Gunakan Bus Berstiker Laik Jalan

Kegelisahan Sultan terkait banyaknya kendaraan seperti bus besar yang tidak masuk ke kantong parkir ini dari pengalamannya berkendaran selama liburan ini.

Sultan mengatakan sempat terjebak macet dalam perjalanan usai golf dari Cangkringan menuju ke keraton.

“Biasanya dari Cangkringan ke rumah satu jam, Sabtu (15/12/2018) kemarin itu dari sana pukul 16.00 sampai rumah pukul 19.30,” ujarnya.

Sultan menyebutkan, begitu kendaraannya melintas di hotel Hyatt sudah terlihat kepdatan arus lalu lintas dan bahkan macet. 

Sementara, dari Jalan Magelang banyak bus yang semuanya parkir.

Dia pun mengaku tidak berani melintas ke selatan menuju BPD DIY.

Baca: Naik Bus Damri, Jokowi Jajal Trans Jawa dari Surabaya ke Semarang

“Begitu masuk Pakuncen, pinggir sebelah timur itu penuh bus semua. Begitu pula hingga SMA 1 Teladan dan Jembatan Ngabean itu bus semua. Waduh, walah 3,5 jam,” ujarnya.

Sultan menduga kemacetan ini dikarenakan banyak yang tidak patuh pada kantong parkir.

Banyak kendaraan yang justru memilih parkir bukan di kantong parkir.

Utamanya bagi bus yang kerap membawa wisatawan ke Yogyakarta.

“Kalau sudah nyaman parkir, sudah, enggak mungkin masuk tempat lain (kantong parkir). Kecuali, mereka yang belum pernah, mungkin parkir masih cari-cari. Kalau yang sudah tahu ya mapan saja,” urai Sultan kepada Kepala Dishub DIY, Sigit Sapto Raharjo.

Sultan kembali menegaskan mengenai gagasan untuk bus tidak masuk ke dalam kota.

Baca: Sri Sultan HB X Wacanakan Bus Besar Tidak Masuk ke dalam Kota

Dia pun sebenarnya sudah memiliki lahan seluas 5 hektare di JEC dan juga eks STIE Kerjasama (STIKers).

Akan tetapi, pihaknya belum tahu apakah bus mau masuk ke kantong parkir tersebut.

“Kecuali komunikasi antara bus dan wisatawan menggunakan handphone kemungkinan bisa gitu saja,” ujarnya.

Kantong Parkir

Kepala Dishub DIY, Sigit Sapto Raharjo menjelaskan ada sekitar 35 kantong parkir hingga sirip-sirip jalan yang akan disiapkan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru.

Dari jumlah tersebut, 14 kantong parkir merupakan kantong parkir besar.

Beberapa kantong parkir ini diantaranya adalah parkir Abu Bakar Ali, Senopati, Ngabean, Ex UPN, Sriwedani, Pasar Sore dan lainnya.

Sementara, untuk puluhan kantong parkir lainnya seperti di sirip-sirip jalan seperti Gandekan, dan sirip-sirip sekitar Malioboro.

Baca: Dewan Setujui Wacana Bus Tidak Masuk Kota

“Untuk kantong parkir Beskalan, hingga saat ini belum bisa digunakan. Namun, saat ini kami sedang menyiapkan parkir untuk sirip-sirip,” jelasnya.

Sigit juga menyetujui gagasan bus tidak masuk kota untuk mengurangi kemacetan.

Namun, persiapan kantong parkir dalam bentuk park and ride atau sejenisnya harus dipersiapkan.

Termasuk, penyiapan moda transportasi lain.

“Kalau ada parkir di luar kota kan perlu menyiapkan shuttle. Itu baru diwacanakan Komisi C DPRD. Kami siapkan dimana kantong parkirnya,” tegasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved