Gempa Bumi

INFO BMKG Gempa Bumi 5.1 SR Guncang Kulon Progo Yogyakarta Jumat Dini Hari

Gempa bumi 5.1 SR menguncang kawasan Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta

Editor: Iwan Al Khasni
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Peta Gempa 

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Djoko Budiono menyampaikan, pada bulan Desember mendatang seluruh wilayah di DIY dipastikan sudah akan memasuki musim penghujan.

Hujan bulanan tersebut, diungkapkan Djoko berkisaran pada 301 - 500 mm/bulan yang mana kondisi itu mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya yang berada pada kisaran 100-200mm/bulan.

"Khusus untuk Bantul bagian timur dan Gunungkidul bagian barat daya, jumlah curah hujan bulanan hanya berkisar antara 201-300 mm/bulan masuk dalam kategori sedang," jelas dia, Rabu (28/11/2018) .

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, intensitas dan frekuensi hujan tersebut akan terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan.

"Diprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada Januari 2019 awal," tambah dia.

Baca: Intensitas Hujan Tinggi, BPBD DIY Ingatkan Masyarakat Waspadai Bencana Longsor dan Banjir

Baca: Meski Terjadi Guguran 50 Kali, Merapi Masih Aman

Baca: Prediksi Meningkatnya Curah Hujan 4 Hari ke Depan, Tak Berpengaruh pada Merapi


Subscribe Channel Youtube Tribun Jogja TV

Dengan meningkatnya intensitas hujan hingga dua bulan kedepan, Djoko mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, bahaya petir, dan lain sebagainya.

"Petani juga dianjurkan untuk mempersiapkan pola tanam yang sesuai dengan iklim musim penghujan karena ketersediaan air yang cukup," ucapnya.

Sementara, Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Agus Sudaryatno menyebutkan, dengan naiknya intensitas curah hujan yang bakal mengguyur wilayah DIY, masyarakat yang mendiami wilayah lereng diingatkan untuk berjaga dan waspada.

"Dengan durasi hujan deras yang cukup lama, kemungkinan potensi longsor pada daerah lereng kemungkinan bisa terjadi, terutama daerah lereng yang terdapat rekahan akibat kemarau panjang beberapa waktu lalu," ujar Agus.  (Yosef Leon Pinsker | Alexander Aprita  | Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved