Aktivitas Merapi
Prediksi Meningkatnya Curah Hujan 4 Hari ke Depan, Tak Berpengaruh pada Merapi
Saat ini pertumbuhan kubah lava masih kecil, namun ke depan bisa saja berubah.
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta memprediksikan dalam waktu 4 hari ke depan (27-30 November 2018), curah hujan di wilayah DI Yogyakarta berpotensi akan meningkat.
Berkenaan dengan hal tersebut, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan hal tersebut tidak akan berpengaruh pada guguran lava di Gunung Merapi.
Hanik Humaida Kepala BPPTKG menjelaskan jika prediksi meningkatkan curah hujan 4 hari ke depan tidak berpengaruh pada guguran lava maupun dinding kawah Gunung Merapi.
"Tidak ada pengaruh terhadap guguran curah hujan. Tidak mempengaruhi dinding kawah juga prediksi tersebut. Hujan tidak ada pengaruh," ungkapnya, Selasa (27/11/2018).
Baca: Guguran Lava Beberapa Kali Terjadi di Puncak Merapi, Begini Penjelasan Kepala PVMBG
Saat ini pertumbuhan kubah lava masih kecil, namun ke depan bisa saja berubah.
Kubah lava masih akan tumbuh selama masih ada suplai magma dari bawah.
Sementara itu, sebelumnya Kasbani Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengungkapkan jika untuk menjadi awan panas, kubah lava membutuhkan waktu yang lama.
Dia mengatakan jika saat ini Gunung Merapi masih dalam fase erupsi efusif, yang mana dari data pantauan yang ada volume kubah per 22 November 2018 mencapai 308.000 meter kubik dengan laju sekitar 3000 meter kubik perhari.
Baca: Info Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta Selasa 27 November 2018
"Tanggal 23 November beberapa kali terjadi guguran kubah lava. Gunung Merapi saat ini tengah mengalami fase magmatis sejak tanggal 11 Agustus, ditandai dengan munculnya kubah lava. Kecepatan rata-rata 3 ribu meter kubik per hari," ungkapnya.
Dia menyebutkan jika volume kubah lava selalu bertambah besar, namun kecepatan lebih kecil dibandingkan dengan kejadian tahun 2010 lalu. (TRIBUNJOGJA.COM)