Bantul

Melihat Proses Pembuatan Shibori, Kain Cantik Kaya Warna

Melihat Proses Pembuatan Shibori, Kain Cantik Kaya Warna Asli Jepang yang Diproduksi di Shibori Lipatan Art.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Umi Hidayah menunjukkan hasil produk Shibori yang sudah dihasilkan oleh Lipatan Art di Dusun Mojosari, Srimartani, Piyungan, Bantul 

"Kain-kain yang sudah dilipat ini kita celupkan saja sesuai selera warna. Selain dicelup, pewarnaan bisa juga pakai kuas," ungkap Eko.

Baca: Ciptakan Aplikasi Pendataan Tanah SG, Siswa SMAN 8 Yogyakarta Raih Medali Emas OPSI 2018

Satu persatu, semua sisi dari kain itu, dicelupkan kedalam cairan warna-warna yang ada di dalam wadah plastik. Lalu ditiriskan di atas sebuah kayu.

"Pencelupan warna ini bisa tiga sampai empat kali untuk hasilkan gradasi warna yang bagus," jelasnya.

Ketika dirasa cukup, warna sudah meresap. Ikatan kain Shibori itu perlahan-lahan dibuka dan terakhir dijemur hingga kering sempurna.

Anugerah Eko Triwahyono sedang menunjukkan shibori yang baru saja dibuat.
Anugerah Eko Triwahyono sedang menunjukkan shibori yang baru saja dibuat. (Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin)

Gradasi warna dari kain yang dilipat menghasilkan warna yang indah. Kain katun yang awalnya putih polos berubah menjadi kain Shibori yang cantik dengan warna-warni yang memanjakan mata.

"Lipatan-lipatan kain ini ketika dicelupkan kedalam pewarna sangat abstrak. Kita tidak tahu bakalan jadi warna seperti apa, inilah menariknya Shibori," ujar Umi.

Shibori karya Lipatan Art, menurut Umi berbeda dan memiliki kelebihan dibanding kain Shibori pada umumnya. Kelebihan itu terdapat pada motif yang dipakai.

Motif dalam satu kain Shibori produk miliknya, kata Umi bisa tiga sampai empat motif.

"Shibori kita itu kaya akan motif. Satu kain bisa tiga sampai empat motif. Itu yang tidak banyak dikuasai oleh perajin lain," ungkap dia.

Baca: Dekranasda Bantul Pantik Para Pengrajin Unjuk Hasil Karya

Dia optimistis, shibori miliknya menjadi trend dan diminati pangsa pasar karena kualitas warna dan motif.

Meskipun memiliki keindahan warna dan motif yang cantik, harga satu kain Shibori di Lipatan Art dibanderol dengan harga cukup murah. Satu kain berukuran 210 centimeter x 100 centimeter dijual mulai harga Rp 120 ribu sampai Rp 150 ribu saja.

Eko kucing menambah, produk kerajinan shibori miliknya hanya dipasarkan digaleri rumah di Mojosari, Srimaratni, Piyungan, Bantul. Dan ada juga yang dipajang di stand BUMdes Srimartani dan selebihnya hanya mengikuti pameran bersama Dekranasda Bantul.

Meskipun pemasaran belum cukup massif. Namun, tak disangka, produk Shibori dari Lipatan Art sudah melanglang berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara.

Menurut Eko, tercatat, sudah sampai di Pontianak, Palembang, Banjarmasin, hingga Ibu kota Jakarta.

"Shibori kita juga sudah sampai di Turki, Jerman, hingga Australia," tutur Eko. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved