Bantul

Ramah Lingkungan, Warga Kalipucang Bantul Bungkus Daging Kurban Pakai Kreneng dan Daun Jati

Selain lebih ramah lingkungan, pengguna kreneng atau anyaman bambu sebagai pembungkus daging, menurut Joko, akan berpengaruh pada kualitas daging

Ramah Lingkungan, Warga Kalipucang Bantul Bungkus Daging Kurban Pakai Kreneng dan Daun Jati
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Masyarakat di RT 04, Kalipucang, Kasihan, Bantul, membungkus potongan daging kurban menggunakan kleneng dan daun jati, Rabu (22/8/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pembagian daging hewan kurban di padukuhan Kalipucang RT 04, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul terbilang unik.

Sebab, warga tidak menggunakan kantong kresek plastik.

Warga memilih membungkus potongan-potongan daging kurban menggunakan daun jati dan dibagikan menggunakan kreneng (sejenis anyaman dari bahan bambu).

Alasannya sederhana, karena palstik akan menjadi sampah tak berguna. Sementara daun jati ramah lingkungan.

Apalagi, kleneng merupakan olah kerajinan dari warga setempat.

Baca: Jokowi Berikan Bantuan Sapi Kurban ke Warga Ngetal Seyegan

"Membungkus daging kurban menggunakan kreneng ini berangkat dari rasa kepihatinan kami. Setelah Idul Adha, kita lihat banyak sekali sampah plastik berserakan. Padahal, sampah plastik (kresek) sulit sekali diolah tanah," kata Joko, ketua takmir masjid Al Furqon, Kalipucang, Bantul, Rabu (22/8/2018)

"Sehingga kami memilih membungkus daging kurban menggunakan Kreneng, lebih ramah lingkungan," imbuh dia.

Selain lebih ramah lingkungan, pengguna kreneng atau anyaman bambu sebagai pembungkus daging, menurut Joko, akan berpengaruh pada kualitas daging.

Daging akan jauh lebih fresh karena ruang terbuka.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved