Suku Maya Kuno Musnah Akibat Bencana Kekeringan yang Mematikan

Kekeringan ekstrem menyapu wilayah Meksiko satu milenium lalu, memicu bencana kemanusiaan yang tak tertanggulangi.

Suku Maya Kuno Musnah Akibat Bencana Kekeringan yang Mematikan
IST
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, LONDON - Peradaban suku kuno Maya di Meksiko musnah akibat kekeringan hebat dan berdurasi panjang. Peradaban suku kuno itu lenyap dari bumi sejak sekitar 1.000 tahun lalu.

Hasil penelitian terbaru ahli arkeologi ini diwartakan situs The Independent, Jumat (3/8/2018). Kekeringan ekstrem menyapu wilayah Meksiko satu milenium lalu, memicu bencana kemanusiaan yang tak tertanggulangi.

(Baca juga: Suku Kuno Taino dalam Catatan Colombus Ternyata Tak Punah)

Hujan saat itu merosot drastis hingga 70 persen dibanding biasanya. Banyak wilayah desa dan kota yang kemudian ditinggalkan penghuninya. Mereka yang selamat mengembara dan tersebar ke wilayah lain di benua Amerika yang lolos dari tragedi ini.

Penelitian terbaru fokus menyisir perubahan cuaca dan iklim di Semenanjung Yucatan, dengan studi endapan tanah di sebuah danau kuno.

(Baca juga: Foto-foto Memilukan Bencana Kelaparan Terparah dalam Sejarah, Ibu Sampai Jual Anak untuk Makanan)

"Debat tentang iklim yang memengaruhi kemusnahan peradaban Maya selama ini terus diperdebatkan," kata Nick Evans, mahasiswa doktoral Universitas Cambrigde yang meneliti kasus ini.

(Baca juga: Dulu Disebut Sudah Musnah Akibat Pembunuhan Massal, Suku Kuno Ini Ternyata Tak Punah)

"Studi kami akhirnya mewakili secara mendasar, dan menunjukkan bukti perubahan ekstrem cuaca dan curah hujan pada waktu itu," lanjutnya. Peradaban klasik suku Maya terbentang antara tahun 250 Masehi hingga 800 Masehi.

Peninggalan peradaban mereka sangat fenomenal, terutama bangunan-bangunan raksasa seperti candi yang berukuran besar dan indah. Namun sesudah itu peradaban mereka seolah lenyap begitu saja.

Laporan penelitian Nick Evans ini dipublikasikan di jurnal Science, dan menyimpulkan kekeringan ekstrem menyebabkan perubahan drastis secara ekonomi yang menimbulkan perubahan politik di kalangan suku Maya.

(Baca juga: Potongannya Presisi, Ini Hebatnya Suku Kuno Membelah Batu)

Nick Evans dan tim dalan penelitian menemukan bukti air terperangkap dalam kristal mineral gipsum di Danau Chichancanab. Usianya ratusan tahun lalu, dan mengindikasikan kuat peristiwa terjadi berbarengan musnahnya peradaban suku kuno itu.

Selama kekeringan ekstrem terjadi, air di danau menguap. Sisa air kemudian terperangkap di mineral yang mengindikasikan panasnya iklim saat itu. "Metode ini akurat," kata Evans meyakinkan.

(Baca juga: Satu-satunya Suku Amazon yang Selamat, Hidup Sendirian di Hutan Selama 22 Tahun)

Kebudayaan kuno suku Maya tak hanya ditemukan di Meksiko. Di tengah hutan rimba Guatemala, juga pernah ditemukan jejak keberadaan bangunan seperti piramid. Reruntuhan itu terdeteksi tim penelitian lewat pemetaan udara.(Tribunjogja.com/TheIndependent/xna)

Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved