Bandara NYIA Kulonprogo

Izin Tukar Guling Tanah Wakaf Terdampak NYIA Belum Terbit

Relokasi sejumlah masjid terdampak pembangunan bandara dimungkinkan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Izin Tukar Guling Tanah Wakaf Terdampak NYIA Belum Terbit
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Empat bidang di antaranya berupa bangunan masjid atau musala.

Yakni, Masjid Baitul Jannah di Pedukuhan Kepek (Glagah) seluas 590 meter persegi dipindah ke kompleks relokasi setempat, Musala Nurul Iman seluas 129 meter persegi di Pedukuhan Bapangan (Glagah) direlokasi ke kompleks relokasi Janten.

Kemudian, Masjid Al Hidayah di Pedukuhan Kragon II (Palihan) 292 meter persegi dipindah ke kompleks relokasi Palihan, serta lahan perluasan Masjid Darussalam di Kebonrejo seluas 387 meter persegi.

Sedangkan satu bidang lainnya yakni lahan seluas 771 meter persegi sebagai calon lokasi pembangunan Masjid Al Ikhlas di Munggangan (Palihan) akan direlokasi ke lahan milik perseorangan yang sudah dibebaskan di Mlangsen.

Saat ini, bangunan yang masih berdiri di dalam areal lahan proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) tersebut hanya Masjid Al Hidayah serta Musala Nurul Iman.

AP I sebagai pemrakarsa proyek NYIA menyebut bahwa masjid akan dirobohkan setelah bangunan masjid penggantinya dibangun.

Masjid Al Hidayah sedianya akan ditukar ke lahan di kompleks relokasi Palihan menempati lahan yang saat ini masih berstatus tanah kas desa sedangkan Musala Nurul Iman bakal dipindah menempati lahan berstatus tanah kas desa di Janten.

Nurudin mengatakan, walaupun izin resmi tukar guling belum diterbitkan Kemenag, sejatinya pemindahan masjid itu tetap bisa dilakukan karena secara prinsip sudah diizinkan sebagaimana diatur dalam Undang-undang tentang wakaf khususnya pada pasal pengatur ruislag.

Regulasi itu memperbolehkan adanya tukar guling tanah wakaf karena berbagai sebab selama ada kesepakatan antara nazhir dan mempertimbangkan prinsip kemaslahatan atau manfaat bagi kepentingan umum, dalam hal ini masyarakat sebagai umat.

Adapun lokasi awal kelima bidang tanah wakaf itu terdampak program pembangunan nasional (proyek NYIA) sehingga kondisinya memang harus direlokasi setelah melalui proses appraisal untuk memastikan kesetaraan kelayakan nilainya.

Halaman
123
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved