Bantul
Lahan Pertanian di Baros Terendam Luapan Air Payau
Efek luapan air memang tak mengenai seluruh area pertanian, namun luasan yang terkena cukup besar.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Berbeda dengan Yuswanto, Paido, petani asal Baros yang juga punya garapan di Baros terpaksa gigit jari karena tanaman kacang tanah yang belum lama mulai tumbuh terancam mati.
Penyebabnya, karena air payau merendam nyaris sebagian area pertanian kacang tanah miliknya.
“Belum lama saya tanam. Belum sampai keluar kacang tanahnya. Baru keluar bunga. Hampir pasti mati kalau air payau tidak segera surut dan turun hujan. Padahal sekarang kan masih musim kemarau. Kalau tanaman mati saya bisa rugi Rp 3 juta lebih,” kata Paido ditemui di lahan pertanian Baros.
Senada dengan Yuswanto, Paido juga merasa bahwa meluapnya air payau ke lahan pertanian warga ini menjadi yang terparah setidaknya selama 50 tahun terakhir.
Sebelumnya, luapan air payau tidak sebanyak dan secepatnya hari ini. Baik Yuswanto maupun Paido berharap air luapan segera surut. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lahan-pertanian-cabai-yang-sebagian-terkena-luapan-air-payau-di-baros_20180725_182203.jpg)