Kriminalitas

Dikuntit Orang Tak Dikenal, Pemuda Asal Bantul Dibacok di Kawasan Tamansiswa

Akibat kejadian tersebut, korban menderita luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Wirosaban guna mendapatkan pertolongan medis.

Dikuntit Orang Tak Dikenal, Pemuda Asal Bantul Dibacok di Kawasan Tamansiswa
www.jelasberita.com
bacok_jgjhjk 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tindak kejahatan jalanan berupa pembacokan kembali terjadi, kali ini dialami oleh Arma Manggala Prianata (19) dan Arfa Mahesa Priambudi (14), warga Banguntapan, Bantul saat melintas di depan SPBU Tungkak, Tamansiswa dini hari tadi, Minggu (22/7/2018).

Akibat kejadian tersebut, korban menderita luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Wirosaban guna mendapatkan pertolongan medis.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini, SIK membenarkan hal tersebut.

Baca: Diduga Hendak Tawuran, Polresta Yogyakarta Amankan 17 Pelajar

Dikatakannya pula, usai mendapatkan informasi terkait kejadian tersebut pihaknya langsung menuju lokasi dan RS Wirosaban guna mengetahui kondisi dan meminta keterangan dari korban guna penyelidikan lebih lanjut.

Lanjutnya, dari keterangan korban yang diperoleh pihaknya, kejadian bermula saat korban bersama rekannya mengendarai sepeda motor dari sekitaran Plengkung Gading ke arah timur.

Sambungnya, ketika mengendarai sepeda motor tersebut korban telah merasa dibuntuti.

"Dari kesaksian korban, sampai depan SPBU Tungkak dipepet rombongan tak dikenal, dan tiba-tiba dibacok lalu korban jatuh," katanya pada Tribunjogja.com, Minggu (22/7/2018).

Dari pengakuan korban pula, usai terjatuh, ada seorang saksi yang menolong kedua korban.

Mendapati korban terkena luka bacok, keduanya dilarikan ke RS Wirosaban.

Baca: Peras dan Pukul Remaja, Pemuda Asal Sleman ini Diringkus Polisi

Menurut Kapolresta, pihaknya telah melakukan penyelidikan guna menangkap pelaku pembacokan.

"Untuk kejadian kemarin masih kita lidik," ujarnya.

Berkaitan dengan adanya kejadian tersebut, Kapolresta menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Selain itu, untuk para orangtua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

Menurutnya, hal itu dikarenakan pelaku anirat selama ini kebanyakan dari kalangan remaja dan masih duduk di bangku sekolah. (*)

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved