Pendidikan

Lulusan UGM Dihadapkan Jenis Pekerjaan yang Berubah di Era Revolusi Industri

Rektor juga berpesan agar para wisudawan dimana pun berkarya untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.

Lulusan UGM Dihadapkan Jenis Pekerjaan yang Berubah di Era Revolusi Industri
Dok Humas UGM
Prosesi wisuda UGM pada Rabu (23/5/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada mewisuda sebanyak 1.354 orang lulusan program sarna dan diploma, Rabu (23/5/2018).

Mereka yang lulus terdiri dari 1.105 orang sarjana, 249 diploma termasuk diantaranya 36 orang lulusan diploma IV.

Rektor UGM Panut Mulyono, mengatakan meski lulusan UGM memiliki prestasi yang cemerlang, namun dunia kerja yang akan dihadapi saat ini jauh berbeda dengan adanya perkembangan revolusi industri 4.0.

Lulusan menghadapi jenis pekerjaan sudah berubah.

Pekerjaan yang dulu sudah ada bisa hilang dan muncul jenis pekerjaan baru yang belum terbayangkan sebelumnya.

"Sehingga diperlukan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki para wisudawan selama belajar di kampus dapat menjadi bekal dalam menghadapi perubahan tersebut dengan tetap menumbuhkan semangat untuk terus berinovasi dan menjadi pembelajar sepanjang hayat," ujarnya.

Baca: Mahasiwa Asal Gunungkidul Ini Terpilih Sebagai Duta Revolusi Industri 4.0

Dalam kesempatan itu, Rektor juga berpesan agar para wisudawan dimana pun berkarya untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.

Para lulusan yang baru saja diwisuda ini akan menjadi bagian keluarga besar alumni Universitas Gadjah Mada yang sebagian besar telah berkiprah di berbagai bidang, tersebar di berbagai pelosok daerah serta di berbagai belahan dunia

"Kami ingin menitipkan sebuah pesan, dimana pun Anda bekerja, tetapkan bekerja untuk kepentingan orang banyak," tambahnya.

Baca: Tenaga Kerja Lokal Terancam Revolusi Industri 4.0, Ini yang Harus Dilakukan

Lebih lanjut, dari 1.354 orang lulusan tersebut terdapat lulusan penerima beasiswa Bidikmisi, yakni sebanyak 162 orang lulusan Sarjana dan 16 Diploma.

Sementara lulusan yang berasal dari daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) terdiri 30 orang lulusan program sarjana dan 9 orang Diploma.

Masa studi rata rata untuk lulusan program sarjana adalah 4 tahun 5 bulan.

Sementara Indeks Predikat Kumulatif (IPK) rata-rata untuk program sarjana adalah 3,39.

Wisudawan dengan IPK tertinggi diraih oleh Danny Agus Pramana Wahyudi dari prodi Kedokteran, FKKMK, yang lulus dengan IPK 4,00.

Sedangkan IPK rata-rata untuk program Diploma adalah 3,43, dengan peraih IPK tertinggi yakni Nanda Eka Puspita dari D3 Akuntansi Sekolah Vokasi yang lulus dengan IPK 3,91.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved