Kota Yogyakarta

Penyakit Kusta Masih Ada di DIY

Penyakit Kusta terakhir ditemukan di Kota Yogyakarta pada 2016 silam. Walau demikian, bukan berarti DIY sudah terbebas dari kasus Kusta.

Tayang:
Editor: Ari Nugroho
via Puskesmassungkai
Ilustrasi Dampak Kusta 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penyakit Kusta terakhir ditemukan di Kota Yogyakarta pada 2016 silam. Walau demikian, bukan berarti DIY sudah terbebas dari kasus Kusta.

Pengelola Program Kusta DIY, Umul Khair menjelaskan bahwa di DIY masih terdapat sekitar 39 kasus Kusta yang paling banyak berada di Gunungkidul.

Alasan seseorang bisa terjangkit Kusta masih belum diketahui secara pasti, namun Umul menyebut salah satu faktor pemicunya adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Untuk Kusta, kami sudah eliminasi yang artinya kasus kusta hanya ditemukan 1 di antara 10.000 penduduk. Belum masuk kriteria eradikasi yang artinya tidak ditemukan sama sekali kasus Kusta," urainya, Rabu (9/5/2018).

Adapun ciri-ciri penyakit Kusta adalah timbulnya bercak merah atau putih pada kulit.

Ukurannya bervariasi, mulai kecil hingga besar.

Baca: Yuliati, Gadis yang Berhasil Sembuh dari Kusta, Ini Motivasi yang Ia Bagikan Bagi Penderita Lainnya

Kemudian bila ditekan bagian yang merah atau putih tersebut, penderita Kusta tidak merasakan sakit alias mati rasa.

"Memang seperti panu. Tapi tidak gatal. Namun kalau ditekan, dia tidak merasakan apa-apa," bebernya.

Kusta sendiri disebabkan oleh bakteri.

Ketika jumlah bakteri Kusta di dalam tubuh jumlahnya sangat banyak, maka yang terjadi adalah penderita Kusta akan mengidap Kusta Basah.

Sementara ketika bakteri Kusta menyerang seseorang dalam jumlah kecil, maka dia akan terkena Kusta kering.

"Kusta dapat diobati dan sembuh. Bekasnya pun bisa hilang. Namun kalau sudah mengakibatkan kecacatan maka tidak bisa sembuh kecacatannya namun penyakitnya bisa hilang," tegasnya.

Umul menjelaskan, pengobatan penyakit Kusta berupa multi drugs therapy yang berpedoman pada ketetapan yang dikeluarkan WHO.

Mereka harus meminum beberapa obat secara bersama-sama untuk membunuh bakteri Kusta.

Baca: Kota Yogya Harus Bebas Penyakit Kusta

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved