Jejak Kedaton Mataram Masa Raja Balitung
Kedaton Itu Ada di Antara Poros Candi Sambisari-Candi Kedulan?
Bagian prasasti Tlu Ron menginformasikan petunjuk penting tentang letak satu di antara simpul kedaton Mataram Kuno yang dicari-cari orang.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
Petunjuk itu mengisyaratkan kedaton Raja Sanjaya pada abad 8 terletak di antara Yogyakarta hingga Magelang.
Epigraf Dr Riboet Darmosutopo menduga lokasinya ada di Medari, yang kini di atasnya berdiri pabrik kain mori dan batik.
"Itu perwujudan teori kosmogoni," terang mantan Kepala Balai Arkeologi Medan ini. Tahun 2010, Baskoro Daru telah melakukan survei awal dan test pit di dua lokasi tak jauh dari Candi Sambisari dan Candi Kedulan.
Ia lantas menunjuk dua bangunan Siwa itu memberi petunjuk menarik.
Bentuk arsitekturnya mirip, namun arah hadapnya bertolak belakang.
Kedulan menghadap timur, Sambisari hadap barat.
"Jarak antar candi diukur diagonal 2,3 kilometer. Apakah dua candi ini batas wilayah kedaton, ini yang akan kita buktikan," katanya.
Baskoro mendeskripsikan upayanya memecahkan teka-teki besar ini dengan membuat pola simetris menghubungkan empat titik menjadi kotak dengan dua candi sebagai titik sudutnya.
Candi Kedulan di sudut timur laut, dan Sambisari di titik sudut barat daya.
Kemudian situs Bromonilan di titik sudut barat laut, dan situs Dhuri di sudut timur laut.
Dihubungkan ke empat sudut itu membentuk kotak, dan jika dibuat garis diagonal, situs Balongbayen ada di tengah-tengahnya.
Kawasan yang jadi nominasi itu juga diapit dua sungai besar, Kali Opak di timur dan Kali Kuning di barat.
Di utara ada gunung Merapi, barat pegunungan Menoreh, selatan ada bukit Boko dan perbukitan Patuk.
Kemudian jika ditarik garis lurus persis di tengah kotak melintang dari barat ke timur, maka jauh di sebelah timur, Candi Prambanan tepat di tengah-tengah lintasan tersebut.
"Ini menarik," lanjut Baskoro yang akan melibatkan teknisi geolistrik pada penelitiannya nanti.