Lipsus PT Jogja Magasa Iron

Belum Punya Smelter, PT JMI Tak Kunjung Menambang Logam di Kulonprogo

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY pun sejauh ini belum mengetahui secara pasti kendala apa yang dihadapi perusahaan itu.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Rombongan wakil rakyat dari Komisi VII DPR RI meninjau lokasi siteplan pengolahan pasir besi milik PT JMI di Karangwuni, Wates, penghujung Maret 2017 silam. 

Terlebih, hal tersebut sudah tertuang dalam AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan).

"Padahal, di AMDAL sudah jelas, bahwa mineral ikutan harus diperhitungkan, tidak seperti yang di Freeport. Kalau hanya konsentrat yang dijual, itu sama saja yang dilakukan di berbagai daerah, jadi harus ada smelter yang bisa pisahkan vanadium dan titanium," tukasnya.

"Jadi, harus membangun smelter di sana, untuk membuat konsentrat menjadi pig iron, kemudian pig iron menjadi baja. Harus dalam bentuk itu," tambah Budi.

Baca: Denda Keterlambatan Mengurus Akta Kelahiran di Kota Yogya Segera Dihapus

Namun, diakuinya, kalau teknologi yang benar-benar mumpuni untuk mendukung rangkaian proses tersebut memang masih sangat jarang dijumpai, khususnya di Indonesia.

Hanya ada beberapa negara yang sudah memilikinya.

"Itu ada di New Zealand, China, kemudian Jerman. Nah, sekarang bagaimana PT JMI bekerja sama dengan mereka," terangnya.

Budi memaparkan, kesepakatan terkait tenaga kerja untuk mendukung operasional PT JMI pun tidak ada masalah.

Berdasarkan AMDAL, 55 persen pekerja harus berasal dari masyarakat lokal.

Menurutnya, bukan hal sulit untuk mempersiapkannya.

"Tenaga kerja tidak ada masalah. Seandainya PT JMI beroperasi, bisa menyerap sekitar 6.000 tenaga lokal. Untuk tenaga ahlinya, ya tergantung mereka yang punya teknologi itu," tuturnya.

"Keuntungan bagi Kulonprogo pun sangat besar. Dulu ada hitungannya, tapi saya lupa, tapi jelas itu sangat besar. Itu baru hitungan pasir besi, loh, belum kandungan vanadium dan titaniumnya. Padahal, vanadium itu 100 kalinya hasil pasir besi, gitu," ungkap Budi. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved