Polwan Cantik Mapolresta Yogyakarta Ini Berbagi Cerita saat Awal Menjadi Polisi
Dalam operasi itu, ia mengaku harus berjibaku berkejar-kejaran dengan para gelandangan di lampu merah.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Ditempatkan di satuan Binmas ini ia mengaku sangat bersyukur karena bisa bertugas melayani masyarakat.
"Saat ini tugas saya sambangi masyarakat dan para pelajar terutama TK yang ada di Yogya untuk menyampaikan pesan tertib lalu lintas sejak usia dini,"tutur Rima.
"Anak-anak TK ini nantinya yang akan mengingatkan disiplin lalu lintas ke orangtuanya. Kalau Bapak atau Ibu nggak pakai helm diingatkan ya,"ujar Rima menirukan nasihat yang biasanya ia berikan kepada anak TK.
Walaupun sempat takut dan memandang sebelah mata profesi kepolisian, tugas menjadi anggota sebagai polisi saat ini merupakan anugerah terindah yang diberikan dari Tuhan kepada dirinya.
"Polisi bagiku segalanya," terang dia.
Polisi menurut dia, adalah simbol pelayanan, pengabdian dan pengayom bagi masyarakat. Dari polisi, ia juga belajar untuk peduli.
Peduli pada sesama, bahkan mendahulukam kepentingan masyarakat jauh lebih utama di atas kepentingan dirinya sendiri.
"Kalau pas lagi ada sambang masyarakat, dalam upaya kamtibmas. Saya kadang nyampe pulang jam 01.00 malam," tutur polwan kelahiran Jawa Timur ini.
Ia terbiasa terjun ke Pos-pos kamling di desa untuk bersilaturrahim dan menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban di masyarakat.
Selain itu, ia juga terjun ke Ibu-ibu untuk menyampaikan tanggap darurat, saat kondisi tidak aman ia sangat menyarankan untuk menghubungi call center darurat.
Ia juga mengingatkan untuk selalu mematikan kompor dan listrik, ketika hendak bepergian.
"Itulah mengapa saya katakan, polisi itu segalanya, karena ada disegala aspek kehidupan masyarakat. Jika memang ada polisi yang kelakuannya menyimpang, itu hanya oknum," terang dara kelahiran Agustus 22 tahun silam ini.
Saat ini, ia mengaku hanya ingin terus belajar dan gigih mengabdi untuk kepolisian. Persoalan cita-cita kelak ia menjadi apa dan siapa, semua ia serahkan kepada Tuhan dan takdir yang menjawabnya.
Baginya, kunci dari semua urusan adalah dengan mematuhi peraturan dan peduli kepada sesama.
"Dan jangan lupa, selalu bersyukur serta jangan menyerah," tutur Rima lalu tersenyum. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bripda-ria_20171226_234812.jpg)