Lipsus Kebutuhan Rumah
Ngimpi, Bisa Beli Rumah di DIY
Masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah termasuk kaum pekerja dan buruh di DIY terancam tidak bisa membeli dan memiliki rumah.
Penulis: dnh | Editor: oda
Data BPS
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, berdasarkan data Susenas persentase rumah tangga dapat diperoleh distribusi persentase rumah tangga menurut status penggunaan tempat tinggal.
Pada 2015 rumah tangga di DIY yang menempati tempat tinggal sebanyak 77 persen.
Sementara untuk yang menempati secara kontrak/sewa mencapai 13,6 persen.
Sedangkan rumah tangga yang menempati tempat tinggal milik orang tua, bebas sewa dan lainnya sebesar 9,4 persen.
Meski didominasi rumah tangga yang menempati rumah milik sendiri, persentase rumah tangga yang tinggal di pedesaan jauh lebih besar.
Di pedesaan rumah tangga yang menempati rumah sendiri proporsinya di atas 95 persen, sementara di perkotaan sekitar 65 persen.
Dengan kata lain, lebih banyak rumah tangga di pedesaan yang tinggal di rumah milik sendiri dibandingkan dengan perkotaan.
Status penggunaan tempat tinggal di perkotaan cenderung bervariasi seperti sewa per bulan atau kontrak dalam jangka waktu tertentu.
Selain itu menurut BPS, sebagian penduduk perkotaan adalah pelaku urbanisasi yang pada umunya mengontrak sesuai dengan kemampuan daya belinya.