Pro Kontra Pemblokiran Game Online
Muncul Banyak Petisi, Para Gamers Tak Setuju Adanya Pemblokiran
Wacana tersebut dirasa bukan hal yang bijaksana dan dirasa tidak tepat.
Penulis: dnh | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rencana pemblokiran 15 game online menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku usaha dan para pencinta game.
Wacana tersebut dirasa bukan hal yang bijaksana dan dirasa tidak tepat.
Terlebih tidak semua pemain game tersebut adalah anak-anak dan banyak orang dewasa.
"Tidak serta merta harus diblokir, tetapi pengawasan warnetnya saja," ujar Lutfi, gamer yang bisa menghabiskan delapan jam dalam sehari untuk bermain game.
Ia tidak menampik, banyak anak kecil yang bermain game online, terutama di game net atau warnet. Bahkan di siang hari menurutnya jumlahnya bisa sekitar 40 persen dari total pengunjung game net.
Game yang dimainkan pun game yang seharusnya untuk dewasa.
"Kadang yang main satu (anak), yang nonton bisa enam orang," ujarnya ketika ditemui akhir pekan kemarin.
Menurutnya dalam kasus ini peran pengawasan orangtua adalah hal yang utama. Terlebih game sudah memiliki kategori tersendiri sesuai dengan kontennya.
Peran pengelola game net atau warnet pun dirasa penting, untuk membantu pengawasan.
Dari 15 game yang masuk daftar rencana untuk diblokir, ia mengatakan beberapa adalah game favorit yang sering dimainkan secara online. Sebut saja, Point Blank atau Counter Strike. Sementara untuk GTA lebih banyak dimainkan secara offline.
"Kalau mau blokir mending turun ke warnet-warnetnya, karena banyak orang Indonesia yang bisa menghasilkan uang dari game, banyak juga. Mungkin game pengaruh baiknya ada juga, tergantung gimana orang itu mengkondisikan itu sendiri," jelas pria berusia 25 tahun ini.
Media lain
Bermain game online sebenarnya tidak hanya bisa dilakukan di warnet atau game net, tetapi juga bisa dilakukan di mana saja asalkan memiliki fasilitas alat dan koneksi internet.
Tidak hanya komputer, game online bisa juga dimainkan melalui konsol video game bahkan handphone. Namun komputer lebih populer untuk saat ini.
Penolakan keras juga terjadi di dunia maya, terkait dengan wacana pemblokiran game online. Bahkan muncul banyak petisi di situs Change.org.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/main-game-lagi_20160518_165614.jpg)