Bom Mobil, Bom Ransel, Bom Rompi, Bom Melon, Bom Lontong
Catatan sejarah sejak 2000 hingga 2016, ini harus jadi pelajaran, bahwa dari masa ke masa, para fanatik kekerasan selalu ada.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Ikrob Didik Irawan
Muncul nama Abdul Jabar bin Ahmad Kandai (NTB), Faturrahman al-Ghozi, dan Edi Setiono alias Abbas.
Juga masuk nama Joko Pitono alias Dulmatin, Amrozi, Ali Imron, Ali Ghufron, Imam Samudra, serta dua warga Malaysia, Dr Azahari bin Husin dan Noordin Mohd Top.
Di dua kasus teror (2000 dan 2001) ini, terlihat perbedaan besar.
Jenis bom yang dibuat dan diledakkan sangat berbeda. Kekuatannya makin tinggi dengan sasaran yang meluas. Diplomat Filipina jadi target, dan kelak terungkap alasannya.
Low Explosive
Pada serangan malam Natal 2000, bom-bom yang berledakan umumnya low explosive dengan penguat kerusakan shrapnel paku dan potongan besi.
Tapi bom 1 Agustus 2001, terlihat bahan peledak yang digunakan high explosive, sebagian buatan pabrik.
Bom dirakit al-Ghozi dan Dulmatin, duo jebolan Ponpes Al Mukmin Ngruki serta Pondok Luqmanul Hakim Johor Baru, Malaysia.
Tujuan pengeboman adalah balas dendam ke pemerintah Manila yang disebut memerangi kaum muslim di Filipina selatan.
Peristiwa 9/11 atau serangan spektakuler serentak anggota tanzim Al Qaeda menggunakan pesawat terbang yang dibajak ke menara kembar WTC di New York, Pentagon, serta target Gedung Putih, mengubah segala-galanya.
AS didukung sekutu-sekutunya mendeklarasikan perang global melawan terorisme.
Taliban Afghanistan dan Al Qaeda digempur siang malam. Tak lama rezim Taliban yang berkuasa di Afghanistan tumbang.
Kemarahan anggota dan simpatisan Taliban maupun Al Qaeda meledak di seantero dunia.
Dendam kesumat dan niat pembalasan dengan mengibarkan bendera jihad terjadi di mana-mana. Pertempuran skala global pun dimulai.
Malam 12 Oktober 2002, Bali dan Indonesia terguncang. Bom mobil seberat satu ton meledak di tengah Jalan Raya Legian. Sebelumnya bom bunuh diri terjadi di Paddys Cafe, yang memicu kepanikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/grafis-bom_dhjfdhs_20160122_132426.jpg)