Bom Mobil, Bom Ransel, Bom Rompi, Bom Melon, Bom Lontong
Catatan sejarah sejak 2000 hingga 2016, ini harus jadi pelajaran, bahwa dari masa ke masa, para fanatik kekerasan selalu ada.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Ikrob Didik Irawan
MALAM Natal 2000 adalah momen awal yang takkan bisa dilupakan bagi siapapun yang peduli dan mengikuti isu-isu terorisme di Indonesia. Bom berledakan di dekat- dekat berbagai gereja dari Batam hingga Sukabumi.
Dari kota Mataram hingga Jakarta, jantung republik kita ini. Itulah masa-masa awal kebangkitan kelompok radikal, yang meningkatkan level jihad mereka dari lokal di Ambon dan Poso, ke pentas nasional.
Publik terguncang melihat aksi yang dihampar massal, serentak, dan terencana baik. Pasukan antiteror Polri tentu belum sekuat sekarang.
Indonesia yang masih masa transisi Orba ke Orde Reformasi, gelagapan.
Tidak ada yang cepat tahu siapa pelaku di balik serangan nasional ini. Kelompok mana, siapa tokoh-tokohnya, dan ke arah mana gerakan itu kemudian akan melaju. Indonesia ketika itu dipimpin Gus Dur.
Konflik komunal di Ambon masih membara, Poso bergolak.
Semua pihak menebak. Belum banyak yang menyadari, di balik peristiwa ini, sebuah kelompok radikal mulai bergerak, menyusul kepulangan tokoh-tokohnya dari pengasingan.
Internet belum semarak dan sekencang sekarang. Media sosial yang punya kemampuan distribusi informasi secara viral dengan kecepatan tinggi langsung dari lapangan, belum lahir.
Bom Bali
Kelak sesudah kasus bom Bali 12 Oktober 2002 terkuak, mulai terangkai gambar besar motif serangan, siapa-siapa saja otak, penggerak, pelaku, eksekutor, dan tentu saja kelompok mana yang membuat program teror bertudung amaliah itu.
Ada nama-nama Enceng Nurjaman alias Hambali (Cianjur), Imam Samudra alias Abdul Aziz (Serang), Fathurochman al-Ghozi (Madiun), dan Joko Pitono alias Dulmatin alias Yahya (Pemalang).
Trio Tenggulun (Lamongan); Muklas alias Ali Ghufron, Amrozi dan Ali Imron masih belum terendus. Motif serangan massal 24 Desember 2000 adalah pembalasan terkait konflik komunal di Ambon dan Poso.
Sesudah petaka 2000, Indonesia kembali menelan pil pahit. Bom mobil meledak persis di pintu gerbang kantor Kedubes Filipina di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.
Sepanjang sejarah, inilah aksi bom mobil pertama berkekuatan tinggi di Indonesia.
Belajar dari pengalaman malam Natal 2000, intelijen Polri dan TNI mulai menguat. Peta gerakan dan nama-nama pelaku mulai dikantongi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/grafis-bom_dhjfdhs_20160122_132426.jpg)