Arsitektur dan Animasi: Kolaborasi Ruang, Waktu, dan Imajinasi Visual
PERKEMBANGAN teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara arsitektur dirancang, dipresentasikan, dan dipahami.
Oleh
RR. Sophia Ratna Haryati, S.T, M.Sc
Dosen Prodi Arsitektur
Universitas Amikom Yogyakarta
PERKEMBANGAN teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara arsitektur dirancang, dipresentasikan, dan dipahami.
Salah satu bidang yang memiliki hubungan erat dengan arsitektur adalah animasi.
Jika arsitektur berfokus pada penciptaan ruang fisik yang fungsional dan bermakna, maka animasi berperan dalam menghidupkan ruang tersebut melalui dimensi waktu, gerak, dan narasi visual.
Kolaborasi antara arsitektur dan animasi tidak hanya memperkaya proses desain, tetapi juga memperluas cara manusia berinteraksi dan memahami lingkungan binaan.
Secara konseptual, arsitektur dan animasi memiliki kesamaan mendasar, yaitu sama-sama berangkat dari pemahaman ruang (space), bentuk (form), skala, komposisi, dan persepsi visual.
Dalam arsitektur, ruang diwujudkan melalui elemen struktural dan material, sedangkan dalam animasi ruang dapat diciptakan secara virtual melalui simulasi digital.
Animasi memungkinkan arsitek untuk menampilkan bagaimana sebuah bangunan dialami secara dinamis, bukan hanya sebagai objek statis, tetapi sebagai ruang yang dilewati, digunakan, dan dirasakan oleh manusia.
Dalam praktik arsitektur kontemporer, animasi sering digunakan sebagai media presentasi desain.
Melalui architectural animation atau walkthrough animation, klien dan masyarakat dapat
memahami konsep bangunan secara lebih intuitif.
Pergerakan kamera, perubahan cahaya, hingga aktivitas pengguna bangunan dapat divisualisasikan untuk menunjukkan kualitas ruang, sirkulasi, dan hubungan antarfungsi.
Hal ini sangat membantu dalam proses komunikasi desain, terutama bagi pihak non-teknis yang sulit membaca gambar kerja atau denah arsitektur.
Lebih jauh, animasi juga berperan dalam tahap eksplorasi dan pengembangan desain.
Dengan bantuan perangkat lunak berbasis animasi dan simulasi, arsitek dapat menguji berbagai skenario desain, seperti pergerakan matahari, aliran udara, bayangan bangunan, hingga kepadatan aktivitas manusia.
Baca juga: 78 Mahasiswa Amikom Yogyakarta Penerima Program Sleman Pintar Diwisuda
| Universitas Amikom Yogyakarta Punya Guru Besar Bidang Kecerdasan Buatan dan Computer Vision Baru |
|
|---|
| Arsitektur Heritage sebagai Daya Tarik Wisata Berkelanjutan |
|
|---|
| Wisuda Amikom Yogyakarta: Dari Siap Kerja Menuju Siap Menciptakan Lapangan Pekerjaan |
|
|---|
| 9 Daftar Remake Live-action dari Animasi The Walt Disney Company |
|
|---|
| Arsitektur sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif: Integrasi Seni Budaya dalam Pembangunan Kota |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/RR-Sophia-Ratna-Haryati-ST-MSc-Dosen-Prodi-Arsitektur-Universitas-Amikom-Yogyakarta.jpg)