Liburan ke Hongkong Bareng Fenda

Ternyata Pelayan Toko Suvenir di Hongkong Ini dari Kulonprogo

Perempuan bercelana jeans biru, dan berkaus merah bertuliskan I Love Macau, tersebut berteriak dalam Bahasa Indonesia.

Penulis: jun | Editor: Ikrob Didik Irawan
zoom-inlihat foto Ternyata Pelayan Toko Suvenir di Hongkong Ini dari Kulonprogo
TRIBUN JOGJA/JUNIANTO SETYADI
LAYANI PEMBELI - Eri sedang melayani para pembeli di toko suvenir majikannya, di Macau, Rabu (6/11). Wanita asal Kulonprogo ini mengaku sudah dua tahun di Macau.

Nah, bila pengusaha di Macau mempekerjakan TKW, dan menerima uang rupiah, demi menarik kedatangan para pembeli dari Indonesia, di Lou Hu sebagian pedagang dan penjaga toko fasih berbahasa Indonesia meski belum pernah pergi ke Indonesia. Saat para peserta trip mampir di pusat shopping kenamaan di Shenzhen tersebut, Senin (4/11) malam, beberapa pemilik toko maupun pelayan memakai Bahasa Indonesia saat menawarkan dagangan.

"Orang Indonesia yang ke sini (Hongkong dan Shenzhen, Red) dikenal senang belanja. Karena itulah para pedagang di sini belajar Bahasa Indonesia," kata Aliang (43), pemandu trip asal Shenzhen, saat mengantar ke Lou Hu para peserta 'Fenda Trip Insentif ke Hongkong, Shenzhen dan Macau.

Benar saja. Saat Tribun bersama beberapa peserta trip masuk ke lantai dua Lou Hu, beberapa pedagang yang melihat rombongan ini langsung menawarkan barang menggunakan Bahasa Indonesia. Termasuk, seorang perempuan muda yang menjual beraneka ragam tas, di salah satu sudut Lou Hu, di lantai tiga. "Ayo silakan pilih. Ini model baru. Cantik. Banyak (pilihan) warnanya," kata dia.

Ketika barang dagangannya ditawar, perempuan muda ini sempat menyatakan keberatan. "Tidak boleh. Murah, lho. Ini bagus dan cantik. Tambah (uang) sikitlah," celotehnya.

Ditanya Tribun, ia mengaku belum pernah pergi ke Indonesia, dan tidak tahu di mana letak Indonesia. Kok bisa berbahasa Indonesia? "Belajar," jawabnya, seraya melayani beberapa perempuan rombongan peserta 'Fenda Trip Insentif ke Hongkong, Shenzhen dan Macau'.

Hanya, tak semua peserta trip mau berbelanja di Lou Hu, khususnya yang khawatir mendapatkan barang palsu alias barang KW. Ikhwal barang palsu itu sudah diingatkan sang pemandu lokal tur, Aliang, saat para peserta trip hendak dibawa ke Lou Hu, terutama Ponsel dan gadget. Menurut Aliang, sebuah gadget atau ponsel bisa dipalsukan oleh beberapa pemilik pabrik. Jadi, ada Ponsel merek A palsu kelas satu, kelas dua, kelas tiga dan sebagainya....

Selain tentang keberadaan barang-barang palsu beraneka ragam, Aliang juga mengingatkan tentang ulah sebagian pedagang yang nakal. Menurutnya, beberapa pedagang sering menipu pembeli dengan memberikan uang kembalian dollar palsu Hongkong. "Pembeli dari Indonesia mana bisa mengenali uang palsu atau uang asli di sini," tegasnya. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved