Kota Yogyakarta

Petugas Rekapitulasi yang 'Tumbang' Diminta Istirahat

Tugas yang berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga tengah malam tersebut tak pelak membuat beberapa personil tumbang.

Petugas Rekapitulasi yang 'Tumbang' Diminta Istirahat
istimewa
Tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta saat memeriksa kesehatan petugas terkait rekapitulasi suara Pemilu 2019 di kecamatan 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proses rekapitulasi suara Pemilu 2019 yang berlangsung sejak Jumat (19/4/2019) masih berlangsung hingga hari ini.

Komisioner Bidang Data dan Informasi KPU Kota Yogyakarta Siti Nurhayati menjelaskan bahwa prosentase rekapitulasi tingkat kelurahan sudah berjalan sekitar 75 persen sementara untuk tingkat kecamatan belum mencapai 50 persen.

"Beberapa sudah on progress, tinggal menyerahkan sertifikat misalkan Danurejan dan Gondomanan. Tapi sebelum itu juga butuh menyiapkan banyak dokumen yang difotokopi dan ditandatangani banyak pihak," bebernya, Rabu (24/4/2019).

Nur menuturkan, tugas yang berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga tengah malam tersebut tak pelak membuat beberapa personil tumbang.

Namun mereka tetap berkomitmen untuk menyelesaikan tugasnya. KPU Kota Yogyakarta telah menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta di dalamnya, untuk melakukan penanganan.

Petugas Medis Banyak Menemukan Petugas Rekapitulasi yang Kelelahan dan Pusing

"Di Kotagede ada yang demam tinggi. Kita minta agar istirahat full. Tugasnya dibackup yang lain sembari menunggu yang bersangkutan pulih. Karena untuk pleno ini, harus dikerjakan oleh orang yang sama, artinya tidak ada rekrutmen orang baru," ucapnya.

Disinggung mengenai konsumsi yang disediakan untuk petugas rekapitulasi, Nur mengatakan bahwa hal tersebut telah diatur oleh sekretariat di kecamatan.

Mujiyono, Petugas KPPS di Bantul Gugur Karena Kelelahan

"Untuk pelaksanaan rekap, dianggarkan lengkap. Kebutuhan PPK kita sampaikan ke sekretariat di kecamatan. Itu yang kemudian mengelola, ranahnya sekretariat. Kalau secara asupan sebenarnya tercukupi. Memang beberapa tempat waktunya molor banyak, yang awalnya dua hari jadi lima hari. Ini yang bikin kelelahan," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved