Bantul

Mengenal Wayang Gemblung, Wayang Ciptaan Sutung Riyadi

Mengenal Wayang Gemblung, Wayang Ciptaan Sutung Riyadi. Wayang Ini Berbeda dengan Wayang Pada Umumnya Karena Semua Bagian Bisa Digerakan.

Mengenal Wayang Gemblung, Wayang Ciptaan Sutung Riyadi
Tribun Jogja/ Amalia Nurul Fathonaty
Wayang gemblung karya Sutung Riyadi 

TRIBUNJOGJA.COM - Wayang gemblung, sekilas tidak jauh berbeda wujudnya dengan wayang pada umumnya.

Namun, jika diperhatikan, wayang karya Sutung Riyadi (45) tampak berbeda. Lukisan wajah wayangnya tampak lucu dan berwarna-warni.

Sengaja bagi Sutung untuk membuat wayang jenis ini. Terbuat dari karton, Sutung bebas mengkreasikan tokoh wayang yang ia inginkan.

"Wayang yang karakternya bisa dipesan sesuai keinginan atau kreasi saya sendiri. Misalnya tokoh politik dengan wajah mereka cukup dikirim fotonya nanti saya bikin," kata Sutung, Selasa (19/2/2019) ditemui di rumahnya, Joglo Gamelan Holic, Karangasem RT 02, Wukirsari, Imogiri.

Kebanyakan karakter yang ia buat yakni karakter yang biasa dimainkan oleh anak-anak seperti petani hingga pedagang. Namun, di tahun politik ini tak jarang ia menerima pesanan wayang dengan wajah caleg atau politikus.

"Yang pesan biasanya anak-anak, pendongeng, ustaz, dan lainnya. Juga instansi pemerintah biasanya untuk souvenir atau kado ulang tahun pimpinannya," paparnya.

Baca: Pemda DIY Buka Keran Investasi SPAM Kamijoro untuk Hungaria

Kata Sutung, pemilihan karakter yang dibuat juga tergantung pada situasi sekarang. "Misal yang sedang tren, tokoh politik yang sedang dikenal siapa, kita bisa bikin itu," tutur ayah dua orang putra ini.

"Tokoh buatan saya, perbedaan ada di karakter wajah. Saya buat lucu seperti kartun, ada juga yang serius tergantung permintaan," lanjutnya.

Makin unik, wayang gemblung ini hampir seluruh bagian tubuhnya dapat digerakkan. "Biasanya wayang yang bisa digerakkan cuma tangan, tapi saya bikin kepala bisa gerak, badannya juga bisa gerak. Ini kan anak-anak senang kalau gini," kata pria yang juga disebut Dalang Gemblung ini.

"Misalnya ini orang tua yang sudah bongkok," lanjutnya sembari menggerakkan wayang yang dipegangnya. Jadi, wayang gemblung ini lebih dapat mengekspresikan gestur tubuh manusia.

Soal nama wayang gemblung, kata Sutung berasal dari kata gemblung yang berarti bodoh. "Gemblung itu artinya bodoh, wayang itu kan tidak bisa apa-apa," katanya.

Dibuat dari karton, menjadikan wayang gemblung ini terjangkau bagi pelajar. "Dari segi bahan lebih irit. Kalau anak SD-SMP biasanya pesan karton karena keterbatasan dana mereka," jelasnya.

Untuk wayang berbahan karton dihargai Rp 70-100 ribu, sedangkan wayang berbahan kulit Rp 300-500 ribu.(tribunjogja)

Penulis: amg
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved