Minapadi Kian Digemari Petani Sleman, BPTP DIY Kembangkan Metode Pertanian Minakodal

Setelah minapadi digemari petani Sleman, BPTP kembangkan Minakodal. selain dari panen padi, petani meraup keuntungan dari budidaya ikan.

Penulis: rid | Editor: Yoseph Hary W
tribunjogja.com/rid
Sistem minakodal yang diterapkan kelompok tani di Jenengan, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Kelompok tersebut menjadi pilot project metode minakodal. Selasa (25/9/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM,SLEMAN - Minapadi atau metode pertanian yang menggabungkan tanam padi dengan budidaya ikan tawar saat ini marak diterapkan para petani di Kabupaten Sleman.

Hal itu karena selain dari panen padi, para petani dapat meraup keuntungan dari budidaya ikan.

Karenanya, metode tersebut dianggap mampu meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Sleman.

Seiring berkembangnya metode tersebut, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY mengembangkan metode serupa namun dengan teknis yang berbeda.

Baca: KPU Sleman Serahkan Pengawasan Pemasangan APK ke Bawaslu

Baca: Terserang Hama, Puluhan Hektar Lahan Pertanian Bawang Merah di Nawungan Terancam Gagal Panen

Metode tersebut adalah minapadi kolam dalam (Minakodal), dan telah diterapkan oleh Kelompok Tani Mina Makmur di Jenengan, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Koordinator Program dan Evaluasi BPTP DIY, Sugeng Widodo mengatakan, bahwa kelompok tani di Jenangan merupakan pilot project minakodal.

Mengingat di daerah tersebut, kelompok tani memiliki luasan lahan satu hektar.

Terlebih ketersediaan air di tempat tersebut tidak mengalami masalah.

Selain itu, dengan menerapkan minakodal, hasil budidaya ikan air tawar para petani menjadi semakin meningkat, dan kualitas padi yang dipanen akan semakin baik.

"Bedanya dengan minapadi biasa ada di paritnya. Minakodal ini paritnya melingkar dengan kedalaman sekitar satu meter," katanya, Selasa (25/9/2018).

Lanjutnya, dengan metode tersebut bukannya tidak memberi dampak signifikan.
Menurut Sugeng, dengan perbedaan parit berdampak pada hasil panen budidaya ikan.

"Jadi ikannya lebih bebas bergerak, karena space lebih luas, kualitas air lebih bagus, sehingga pembesaran (Bobot) ikannya lebih baik dibanding minapadi biasa," ujarnya.

Lebih lanjut, untuk ikan yang dibudidayakan dalam minakodal adalah jenis ikan nila merah, dan untuk varietas padi yang dipakai ada 5, yakni Inpari 30, Inpari 33, Inpari 42 GSR, Inpari 43 GSR dan Ciherang.

Baca: Angka Percerian di Kota Yogyakarta Tahun 2018 Capai 571 Perkara

Disinggung mengenai perbandingan hasil panen dengan minapadi biasa, metode minakodal dianggapnya lebih meningkatkan hasil panen.

Namun, diakuinya dengan metode tersebut mencaplok berapa persen lahan olahan yang sedianya dapat ditanami padi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved