Kulonprogo

Ribuan Keluarga di Kulonprogo Kekurangan Air Bersih

Sedikitnya 1.200 kepala keluarga di Kulonprogo saat ini tercatat mengalami kesulitan air bersih.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Warga pedukuhan Turus, Nanggulan tengah mengambil air dari Sumur Gedhe. Sumur tua itu menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kemarau. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sedikitnya 1.200 kepala keluarga di Kulonprogo saat ini tercatat mengalami kesulitan air bersih.

Hal itu sebagai dampak kekeringan yang melanda wilayah tersebut pada musim kemarau ini.

Baca: Wilayah Terdampak Kekeringan di Kulonprogo Terus Meluas

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mencatat ada 12 desa terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih serta sudah melapor maupun mengajukan permohonan bantuan air bersih.

Mereka terdapat di lima wilayah kecamatan yakni Kalibawang (Desa Banjaroya, Banjarharjo, Banjararum, Banjarasri), Girimulyo (Giripurwo, Purwosari, Jatimulyo, Pendoworejo), Sentolo (Salamrejo), Samigaluh (Sidoharjo, Purwoharjo), dan Nanggulan (Tanjungharjo).

Jumlah itu dimungkinkan masih bertambah mengingat ada beberapa desa yang warganya diketahui sudah mengalami kesulitan mendapat air bersih namun belum ada pengajuan permohonan bantuan.

Di antaranya dari Kecamatan Kokap yakni Desa Hargowilis, Hargorejo, dan Kalirejo.

Baca: Antisipasi Kekeringan, Petani Diminta Tanam Palawija dan Holtikultura

Ada pula yang melalui assessment (tindakan penanganan) langsung oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A).

"Musim kemarau memang sebagian wilayah kekurangan air bersih. Sementara ini kami baru mencatat 12 desa yang kekurangan air bersih dan ada 1.200 KK terdampak. Semoga tidak bertambah," kata Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi pada Tribunjogja.com, Kamis (12/7/2018).

Diakuinya untuk wilayah Kokap memang belum masuk daftar meski termasuk dalam peta wilayah kerawanan terdampak kekeringan.

Pemerintah kecamatan setempat bersama desa masih melakukan rapat koordinasi penanganannya.

Karena terbatasnya anggaran untuk pasokan air bersih yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, distribusi air bersih saat ini diprioritaskan untuk wilayah-wilayah yang sudah mengajukan permohonan bantuan.

Kondisi mata air di sekitar wilayah terdampak itu disebutkan sudah sangat kecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

Baca: Antisipasi Kekeringan, Warga Kulonprogo Manfaatkan Air Sumur Tua

Anggaran yang ada saat ini hanya tersedia sekitar 150 tangki bantuan dari program tangungjawab sosial perusahaan tertentu (CSR) serta anggaran dari APBD DIY sekitar 100 tangki.

Namun begitu, distribusi saat ini dilakukan untuk hasil bantuan CSR sebanyak 50 tangki ke berbagai titik wilayah terdampak oleh Tagana sedangkan bantuan dari APBD DIY dimungkinkan baru bisa didistribusikan pada Agustus nanti.

"Kami masih koordinasi dengan instansi lain, termasuk dengan swasta. Semoga bisa teratasi dan terlayani dengan baik. Dinsos juga sudah siapkan 100 tangki untuk Agustus nanti," jelas Ariadi seraya menambahkan saat ini status masih waspada kekeringan.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved