Yogyakarta

Antisipasi Kekeringan, Petani Diminta Tanam Palawija dan Holtikultura

Tanaman palawija dan holtikultura memang tidak membutuhkan banyak air, namun memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Antisipasi Kekeringan, Petani Diminta Tanam Palawija dan Holtikultura
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Petani saat menunjukkan padi miliknya yang alami kekeringan, di Desa Siraman III, Kamis (24/5/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Memasuki musim kemarau, sejumlah lahan pertanian, khususnya di wilayah Gunungkidul dan Kulonprogo terkena imbas kekeringan.

Alhasil, minimnya air, membuat para petani kesulitan, atau bahkan tidak bisa menanam padi. 

Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko mengatakan bahwa di lapangan memang dijumpai lahan-lahan yang kandungan airnya menipis.

Karenanya, ia mengimbau para petani, supaya beralih dari padi ke palawija atau tanaman holitikultura.

Baca: Antisipasi Kekeringan, Warga Kulonprogo Manfaatkan Air Sumur Tua

"Kalau ada airnya, kami minta petani supaya tetap menanam padi, karena untuk kecukupan stok pangan. Tapi, kalau airnya sangat minim, lebih baik menanam palawija, seperti kedelai, jagung, atau tanaman holtikultura," katanya pada Tribunjogja.com, Rabu (11/7/2018).

Sasongko menuturkan, tanaman palawija dan holtikultura memang tidak membutuhkan banyak air, namun memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Mulai dari cabai merah, bawang merah, hingga buah-buahan seperti melon dan semangka.

Baca: Wagub DIY Minta Pemerintah Kota-Kabupaten Maksimal Antisipasi Kekeringan

"Tanaman-tanaman itu nilainya cukup tinggi. Jadi, silakan petani memilih, monggo saja, itu semua dalam prosesnya tidak banyak membutuhkan air. Sehingga, tidak akan mengalami gangguan meski musim kemarau seperti sekarang ini," tuturnya.

Terlebih, ia menilai, dengan musim kemarau dan penghujan yang selalu berulang setiap tahunnya, para petani sudah hafal dan mampu menyesuaikan iklim.

Karena itu, dampak dari musim kemarau terhadap hasil pertanian pun tidak terlalu signifikan.

"Kalau sama sekali tidak ada airnya, ya dibiarkan saja sampai hujan. Seperti di Gunungkidul, saat ini mereka sedang panen ubi kayu. Kemudian, setelah panen, sambil menunggu musim hujan, mereka mengolah lahannya," ucapnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved