Berita Kriminal

Dugaan Perselingkuhan Berujung Maut di Magelang, Begini Kronologinya

Polresta Magelang telah menetapkan lima orang tersangka untuk mengusut kasus tersebut, empat sudah diamakan dan satu orang masih buron

dok.istimewa via kompas.com
ILUSTRASI - Pengeroyokan 

Ringkasan Berita:
  • Dugaan perselingkuhan berujung pengeroyokan menyebabkan seorang pria di Magelang, Jawa Tengah, meninggal dunia.
  • Polresta Magelang telah mengamankan empat tersangka, sementara satu lainnya masih buron.
  • Motif pengeroyokan dipicu dugaan hubungan asmara antara korban dengan istri salah satu tersangka

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Dugaan perselingkuhan berujung pengeroyokan menyebabkan seorang pria di Magelang, Jawa Tengah, meninggal dunia.

Polresta Magelang telah menetapkan lima orang tersangka untuk mengusut kasus tersebut.

Sebanyak empat tersangka telah diamankan, namun satu lainnya masih buron.

Kronologi

Wakasat Reskrim Polresta Magelang, AKP Toyib Rianto, mengatakan peristiwa ini bermula dari laporan istri korban pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Pelapor yang merupakan warga Kajoran menemukan suaminya, berinisial KK (33), dalam kondisi babak belur di sebuah perumahan di wilayah Mertoyudan.

“Korban ditemukan dalam kondisi tidak berdaya, luka-luka di Perumahan Koda Jaya, Jogonegoro, Mertoyudan,” ujarnya," Jumat (20/2/2026).

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dan sempat mendapatkan perawatan medis.

Namun, pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Tidar Magelang.

Baca juga: Kades Girimulyo Magelang Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Kerugian Rp341 Juta

Polisi mengungkap, motif pengeroyokan dipicu dugaan hubungan asmara antara korban dengan istri salah satu tersangka yakni RG. 

Kecurigaan itu muncul setelah RG menemukan indikasi perselingkuhan melalui akun TikTok istrinya.

Setelah memastikan identitas korban, pelaku RG bersama MA dan NAP menjemput korban di rumahnya di Kajoran pada Senin siang. Korban kemudian dibawa ke rumah ANH di wilayah Tuguran.

Di lokasi tersebut, korban diinterogasi dan mengakui memiliki hubungan dengan istri pelaku. Hal itu kemudian memicu aksi kekerasan secara bersama-sama.

“Awalnya tiga pelaku menjemput korban, kemudian bertambah dua pelaku lainnya, sehingga total lima orang melakukan pengeroyokan,” ungkapnya.

Korban sempat dibawa ke Perumahan Koda Jaya, yang merupakan rumah milik RG. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved