Mengenal Aneka Jenang, Makanan Tradisional Sarat Makna

Tidak hanya menjadi camilan, jenang juga memiliki makna filosofis yang...

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Tribunnews.com
Ilustrasi aneka jenang. Jenang merupakan salah satu jajanan tradisional yang tetap memiliki banyak penggemar dari dulu hingga sekarang. 

Biasanya jenang disajikan hangat dalam mangkuk atau wadah, dan dimakan segera setelah dimasak. 

Waktu memasaknya tidak terlalu lama karena adonan jenang hanya perlu mengental dan tidak sampai benar-benar kering.

Sementara itu, dodol cenderung lebih padat, kenyal, dan tahan lama.

Proses memasaknya jauh lebih lama hingga adonannya benar-benar kalis dan bisa dipotong-potong. 

Dodol juga sering dijadikan oleh-oleh karena bisa bertahan berhari-hari tanpa basi.

Dari segi fungsi, jenang lebih sering disajikan dalam acara adat atau upacara keagamaan sebagai simbol harapan dan doa, sedangkan dodol umumnya dijadikan camilan atau makanan khas yang dijual di toko oleh-oleh.

Jadi, meski bahan dasarnya mirip seperti tepung ketan, santan, dan gula merah cara pengolahan dan maknanya membuat keduanya berbeda.

 

Baca juga: 100 Daftar Nama Jajanan Tradisional Indonesia

 

 

Jenis-Jenis Jenang di Indonesia

 

Berikut beberapa jenis jenang yang populer dan masih sering dibuat hingga kini :

1. Jenang Sumsum

Jenang ini terbuat dari tepung beras dan santan yang dimasak hingga mengental.

Disajikan dengan kuah kinca dari gula aren dan daun pandan. Rasanya lembut, manis, dan gurih.

 

2. Jenang Candil

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved